Dunia Kutuk Donald Trump

Kerincitime.co.id, Berita LONDON – Para pemimpin dunia, terutama dari negara Arab Arab dan pemerintahan Muslim, serta Eropa, Kamis (7/12) mengutuk keras Presiden AS, Donald Trump yang secara sepihak mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel. Pengakuan itu akan memicu gejolak besar-besaran di Palestina, bahkan akan muncul infitada baru.

Warga Palestina menegaskan Washington telah meninggalkan peran utamanya sebagai mediator perdamaian, tetapi sebagai pemicu perang baru. Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyuarakan kekhawatiran atas keputusan Presiden AS Donald Trump memindahkan Kedubes AS ke Jerusalem akan menghancurkan perdamaian Palestina dengan Israel.

Sekutu utama AS di Uni Eropa itu keluar melawan Trump atas kebijakan internasionalnya mengenai Jerusalem. Perancis menolak keputusan sepihak itu, tetapi meminta ketenangan di wilayah tersebut dan Inggris juga mengatakan langkah tersebut tidak akan membantu usaha perdamaian, karena Jerusalem harus dibagi antara Israel dan Palestina.

Jerman mengatakan bahwa status Jerusalem hanya bisa diselesaikan berdasarkan solusi dua negara. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan tidak ada alternatif untuk solusi dua negara dan Jerusalem menjadi masalah terakhir yang harus diselesaikan melalui pembicaraan langsung.

“Saya telah berbicara menentang tindakan sepihak yang akan membahayakan prospek perdamaian bagi orang Israel dan Palestina,” kata Guterres.”Saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina untuk kembali ke perundingan,” katanya.

Mesir, yang menempa kesepakatan damai Arab pertama dengan Israel pada 1979 mengatakan hal itu tidak mengubah status hukum Jerusalem yang disengketakan. Jordania mengatakan tindakan Trump tidak sah secara hukum, karena mengakui pendudukan Israel di Jerusalem Timur.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan keputusan Trump atas Jerusalem berbahaya dan mengancam kredibilitas Amerika Serikat sebagai perantara perdamaian Timur Tengah. Dia mengatakan langkah tersebut akan mengancam stabilitas regional dan mungkin stabilitas global.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan keputusan Trump sebagai hukuman mati bagi semua orang yang mencari kedamaian dan sangat berbahaya. Turki juga mengatakan langkah Trump “tidak bertanggung jawab”.

“Kami meminta Pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang salah ini yang dapat mengakibatkan hasil sangat negatif, yang membahayakan identitas multikultural dan status historis Jerusalem,” kata kementerian luar negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Iran secara tegas mengutuk Trump karena melanggar resolusi PBB mengenai konflik Israel -Palestina. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Amerika Serikat mencoba mengacaukan wilayah tersebut dan memulai perang melindungi keamanan Israel.

Di Asia Tenggara, pemimpin Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim dan Malaysia mengutuk tindakan Trump. “Ini bisa mengguncang keamanan dan stabilitas global,” kata Presiden Joko Widodo, pemimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Jokowi meminta AS mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut.

Perdana Menteri Inggris Theresa May tidak setuju dengan keputusan Trump terhadap Jerusalem, sebelum kesepakatan akhir. Juru bicara May tetap berharap Trump dapat mengakhiri konflik dan batas-batas dalam kota harus tunduk pada negosiasi antara Israel dan Palestina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dia tidak mendukung langkah “unilateral” Trump. “Status Jerusalem adalah masalah keamanan internasional yang menyangkut seluruh masyarakat internasional. Status Jerusalem harus ditentukan oleh orang Israel dan Palestina dalam rangka perundingan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Macron kepada wartawan di Algiers.

“Perancis dan Eropa terikat pada solusi dua negara yang dapat hidup berdampingan dalam kedamaian,” katanya. “Untuk saat ini, saya mendesak semuah pihak tenang untuk menghindari pecahnya kekerasan dengan mendorong kembalinya dialog,” katanya.

Sebaliknya, kaum Yahudi bertepuk tangan atas keputusan Presiden AS, Donald Trump. Perdana Menteri Israel, Benjamin Israel, Netanyahu, Kamis (7/12) mengatakan ini menjadi langkah penting menuju perdamaian dan tujuan dari hari pertama berdirinya negara Israel telah tercapai.

Dia menambahkan setiap kesepakatan damai dengan Palestina harus mencakup Jerusalem sebagai ibukota Israel dan dia mendesak negara-negara lain untuk mengikuti teladan Trump.

Trump meningkatkan kebijakan AS untuk menentang peringatan dari seluruh dunia bahwa isyarat tersebut berisiko memperparah konflik di Timur Tengah yang mudah terbakar. Status Jerusalem sebagai rumah bagi tempat suci umat Muslim, Yahudi dan Kristen di sektor timurnya direbut oleh Israel dalam perang enam hari 1967.

Pencaplokan itu tidak diakui oleh masyarakat internasional dan orang-orang Palestina mengklaim Jerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka. Sebaliknya, Israel menganggap Jerusalem sebagai ibukota abadi dan tak terpisahkan yang berasal dari zaman purbakala, dan statusnya sebagai salah satu penghalang terberat bagi perdamaian Israel -Palestina yang abadi.

Taetapi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Jerusalem adalah “ibukota abadi Negara Palestina” dan langkah Trump telah mencabut perannya sebagai mediator perdamaian.” Putaran terakhir perundingan yang ditengahi AS kandas pada tahun 2014 mengenai isu-isu termasuk perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. (tribunnews.com)

 

There are no comments yet

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful