Kerinci Defisit 30.000 Kwh, SUTT Diminta Segera Dituntaskan

Berita Sungai Penuh – Penyelesaian pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang sampai saat ini belum bisa dituntaskan lantaran masih ada hambat karena masih ada warga yang keberatan atas pembangunan SUTT menjadi perhatian serius pemerintah Kota Sungaipenuh dan juga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Sungaipenuh.
Pemkot Sungaipenuh Kamis (10/9), gelar pertemuan dengan pihak PLN ranting Kota Sungaipenuh untuk mencari jalan keluar dari mandeknya pembangunan SUTT yang mengakibatkan defisit tenaga listrik di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci.

Pada Pertemuan tersebut hadir Ketua DPRD Kota Sungaipenuh, Mulyadi Yakub, unsur Forkompimda, para kepala SKPD terkait, Camat Pesisir Bukit dan kepala desa lima desa, yakni Kades Seberang, Kades Sungai liuk, Kades Koto Lolo, Kades Sumur Gedang dan Desa Koto Dua.

Dalam pertemuan itu, Kepala PLN Ranting Sungaipenuh, Sudarmadi, memaparkan kondisi kelistrikan Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. Menurutnya, saat ini terjadi defisit listrik mencapai 30.000 Kwh, kondisi tersebut memaksa PLN melakukan pemadaman bergilir, akibat kebijakan tersebut PLN Ranting Sungaipenuh mengakui menuai keluhan masyarakat.

Bahkan, jelas Sudarmadi, dalam jangka panjang defisit listrik akan bertambah parah mengingat anggaran untuk biaya bahan bakar minyak hanya tersedia hingga Juni 2016. Selanjutnya tidak tersedia anggaran BBM untuk PLTD Koto Lolo, sebab kebijakan pemerintah pusat mengharuskan BBM hanya diperuntukkan bagi pulau-pulau terluar di Indonesia.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurutnya, pilihan satu-satunya adalah menggunakan system interkoneksi listrik melalui saluran Udara tegangan Tinggi (SUTT) yang sejauh ini pembangunannya tinggal tahap finishing.

Permasalahannya, Kata Sudarmadi, sekelompok warga masyarakat didaerah yang dilalui jalur SUTT khususnya di Sungai Liuk menolak pemasangan SUTT, Permasalahannya, Kata Sudarmadi, sekelompok warga masyarakat didaerah yang dilalui jalur SUTT khususnya di Sungai Liuk menolak pemasangan SUTT dengan alasan membahayakan kesehatan, hal itu menyebabkan terhambatnya penyelesaian pembangunan SUTT.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, lanjut Sudarmadi, PLN menawarkan dua alternative pilihan kepada warga masyarakat. Alternatif pertama yakni meninggikan tower dititik T365 – T366 dari 5 meter menjadi 6 meter sehingga ketinggian mencapai 23 meter dari permukaan tanah.

Sedangkan alternative kedua, PLN menambah tower sisipan yang konsekuensinya memerlukan pembebasan lahan sebagai tapak tower sisipan.

Walikota H Asafri Jaya Bakri, yang memimpin pertemuan tersebut mengharapkan, bisa segera ditemukan jalan keluar dari permasalahan defisit listrik di kota Sungaipenuh dan termasuk Kabupaten Kerinci. Walikota juga mendukung penyelesaian pembangunan SUTT sehingga bisa segera difungsikan, tentunya dengan ditemukan solusi terbaik.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sungaipenuh, Mulyadi Yakub, menegaskan, DPRD kota Sungaipenuh akan mengundang dan menggelar hearing dengan pihak PLN, kepala desa serta warga yang masih mempermasalahkan keberadaan SUTT di Sungai Liuk dengan melibatkan unsure forkompimda dan pihak yang berkepentingan.

“Ya, dalam waktu dekat kita akan menggelar hearing dengan PLN, kepala desa dan warga yang mempersoalkan jaringan SUTT, kita akan mencoba mencari jalan keluar terbaik. Prinsipnya kita mendukung kegiatan pembangunan untuk kepentingan masyarakat banyak,” sebut Mulyadi.

Dibagian lain, Kajari Sungaipenuh, Agus Widodo, mengungkapkan, setiap pembangunan untuk kepentingan umum harus didahulukan termasuk penyelesaian pembangunan SUTT yang tinggal finishing. “Jangan sampai ada yang menghambat pembangunan untuk kepentingan umum, sebab ada konsekuensi hukumnya,” tegas agus widodo. (anda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful