Semakin Terpuruknya Dunia Pendidikan Di kabupaten Kerinci

Kerincitime.co.id, KERINCI – Penghargaan Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar) 2016 kepada Kabupaten Kerinci, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sepertinya, berbanding terbalik dengan realita di lapangan pendidikan Kabupaten Kerinci saat ini.

Bagaimana tidak, hal tersebut terbukti dengan banyaknya persoalan dalam dunia pendidikan Kerinci, dimulai dari fasilitas pendidikan yang masih buruk, tak ada 1 pun yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Bukan hanya itu saja, seperti pembayaran gaji guru honor yang rendah, mutu pendidikan yang lemah mengakibatkan pendidikan di Kerinci dinilai belum maksimum dalam mencerdaskan siswa-siswi, apalagi berdasarkan hasil UN SMP saat ini, Kerinci mendapatkan nilai terendah se Provinsi Jambi. Begitu juga dengan kualitas guru, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, dari 2000 lebih Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kerinci, saat ini masih terdapat 600 Guru yang belum Uji Kompetensi Guru.

Seperti yang dituliskan oleh Khabri Muis diakun Facebook miliknya mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi dunia pendidikan di Kerinci saat ini.
“Saat ini Kerinci tidak lagi bisa dipandang sebagai suatu sistem pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan terbaik untuk Provinsi Jambi sebagai mana tahun-tahun jauh sebelumnya. Pendidikan tidak lagi di pandang sebagai sebuah aset melainkan hanya dijalankan seperti apa adanya dinas istansi lainnya. Kalau Dahulu kita masih mendapati banyak Peserta didik di Kabupaten Kerinci berasal dari kabupaten tetangga. Namun saat ini kondisi mereka bertengger jauh diatas Kabupaten Kerinci,” tulisnya.

Pengamat pendidikan Kerinci, Ikhsan, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap terpuruknya dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci saat ini. Menurut Ikhsan, yang juga merupakan salah satu Dosen asal Kerinci ini, memang dalam dekade belakangan, dunia pendidikan di kerinci terasa mengalami degradasi.

Ada beberapa faktor penyebab hal tersebut sambungnya, yakni faktor dukungan pemerintah dalam bentuk fasilitas, faktor siswanya yang mengalami erosi motivasi belajar atau faktor para pendidiknya.

“Namun saya lebih cendrung, bahwa penyebab pudarnya prestasi dunia pendidikan kerinci adalah dunia pendidikan telah terkontaminasi politik praktis dan terjangkitnya penyakit pragmatisme para pendidik serta lunturnya integritas pendidik pada profesi,” ungkapnya. (jambiupdate)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful