Berita Kerinci, Kerincitime.co.id – Dalam kesibukan Pemeritah Daerah Kabupaten Kerinci mempersiapkan dan melaksanakan perayaan HUT RI ke 70 ternyata warga lempur tidak merasakan kemerdekaan, pasalnya sebanyak 63 KK korban musibah kebakaran di desa lempur tengah mulai terancam kelaparan.
Apa lagi jadawal tanggap darurat akan berakhir sabtu ini, ini menjadi kecemasan bagi korban kebakaran tersebut, betapa tidak kondisi saat semua harta mereka habis, yang diharapakan saat ini adalah dapur umum, itupun ada ketika ada tanggap darurat, jika habis maka harapan mereka sirna, dan tidak jelas lagi apa yang harus mereka lakukan.
“jika tanggap darurat habis, kami tidak tahu mau keman, berteduh dimana, makan dimana, perik, kuali, beras, alat masak tidak ada, kami meminta kepada pemerintah untuk memperpanjang waktu tanggap darurat, kemudian kebutuhan alat dapur itu sangat penting” ungkap Il Ibu 5 anak kepada kerinciitime.co.id.
Hal yang senada juga diungkapkan oleh ibu Siti Rohana, yang terpenting bagi kami adalah tempat berteduh, alat masak, periuk, kuali, kompor, beras, alat masak” ungkapnya kepada kericincitime.co.id.
Sementara untuk baju sduah sangat berlimpah, mereka berharap dari dermawan untuk memberikan sumbangan, karena harapan dengan pemerintah dinilai kurang tepat, hanya dapur umum, sementara disisi lain ada warga yang kesulitan mendapat makanan dari dapur umum karena tidak cukup.
“untuk penangan dapur umum, perlu ditambah, sebab kondisi warga yang banyak, tidak tertampung” ungkapnya.
Sementara itu Sahbudin dari posko bencana mengakui kondisi saat ini ia mengaku sangat prihatin, ia tidak bisa berbuat banyak, tidak ada daya, sebab memang bantuan sangat minim, pemerintah tidak maksimal” ungkapnya.
“beras tidak ada, semua padi hangus, kami tidak berdaya, kemarin ada sumbangan dari pak murasman ubi jalar, kami makan ubi” ungkapnya. (ton)