Kerinci

Warga Tanjung Pauh Mudik Berharap Terealisasi Pembangunan Jembatan Batang Merao

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Jembatan di Sungai Batang Merao, Desa Tanjung Pauh Mudik Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, sudah bertahun-tahun kondisinya semakin rusak parah, namun janji manis yang di berikan pemerintah daerah Kabupaten Kerinci akan memperbaiki bahkan membangun jembatan baru untuk proses lancarnya para petani untuk melewati jembatan dan membawa hasil panennya hanya isapan jempol, dilansir Explorenews.net media partner Kerincitime.co.id.

Jembatan tersebut merupakan akses jantung usaha pertanian bagi warga setempat, namun hampir memasuki akhir tahun 2021, proyek yang dijanji janjikan belum dilaksanakan, akankah kejadian seperti tahun lalu (2020) anggaran yang direncanakan untuk jembatan Batang Merao Desa Tanjung Pauh Mudik menjadi Silpa?.

Baca juga:  Kapolda Ditantang Tuntaskan Segera Kasus Galian C Illegal di Kerinci

Sungguh miris, jika tahun 2021, anggaran tersebut menjadi Silpa, masyarakat yang mengharapkan untuk akses pertanian sirna oleh ketidakmampuan pihak Pemerintah daerah Kabupaten Kerinci dan pihak Dinas terkait PUPR Kabupaten Kerinci untuk memperjuangkan melaksanakan pembangunan Jembatan Batang Merao di Desa Tanjung Pauh Mudik.

Jika hal ini terjadi (menjadi Silpa), PUPR Kabupaten Kerinci dinilai telah menentang apa yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Kerinci Ami Taher, bahwa tahun 2021 ini difokuskan jembatan di Desa Tanjung Pauh Mudik menjadi prioritas.

“Nah, kalau terjadi silpa, PUPR Kabupaten Kerinci telah menentang apa yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kerinci Ami Taher bahwa pembangunan jembatan Batang Merao Desa Tanjung Pauh Mudik menjadi prioritas,”ujar Wedi Aktivis Kerinci, Rabu (1/9/2021).

Baca juga:  Soal Kasus Galian C Illegal, Aliansi Bumi Kerinci Minta Dukungan Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kerinci

Pihak PUPR Kabupaten Kerinci terkait keluhan masyarakat tentang kapan akan di laksanakan proyek jembatan Batang Merao di Desa Tanjung Pauh Mudik, belum bisa dihubungi. (Ega)

Show More
Back to top button
>