Terkena Lempar Guru, Siswa MI Pondok Tinggi Terluka

Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Cun warga Kecamatan sungai penuh terkejut melihat kondisi pakaian sekolah anaknya yang banyak bercak darah. Dia menduga putranya berinisial RV mendapat perlakuan tidak wajar di sekolah.
Pasalnya, putranya saat ini tercatat sebagai siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nomor 01/E72 Pondoktinggi, Kota Sungaipenuh. Pada Senin (15/1), tiba-tiba tetangganya mengantar anaknya ke rumah, dengan kondisi baju dan celana ada bercak darah. “Saya terkejut, anak saya dititip oleh gurunya berinisial RW ke tetangga, tapi bajunya ada bercak darah.
Saya curiga, apakah anak saya mendapat perlakuan tidak wajar di sekolah?,” ujarnya, Kamis (18/1). Namun, informasi yang dia dapat, anaknya dikatakan mimisan di sekolah, sehingga keluar darah dari hidung.
Dia masih tak percaya, lalu melakukan visum. “Dari hasil visum, dokter menjelaskan adanya dugaan benda tumpul yang mengenai anak saya. Saya langsung mwnghubungi pihak sekolah untuk meminta penjelasa,” terangnya.
Terkait hal teraebut, kata dia, sang guru RW juga sudah datang ke rumahnya bersama keluarga, dan ternyata dugaannya benar. RW mengaku memang tidak sengaja melempar anaknya dengan penghapus papan tulis.
“Gurunya ngaku tidak sengaja. Saya tidak terima ini, apa salah anak saya sampai dilempar. Kalaupun dia nakal di kelas, tegurlah dengan baik-baik,” jelasnya.
Untuk saat ini, lanjut dia, pihak sekolah masih berupaya untuk damai. Namun, dirinya masih belum bisa menerima dan meminta persoalan tersebut diselesaikan secara hukum.
“Saya berencana mau melapor ke polisi terkait hal ini, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali kepada siswa yang lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala sekolah, Mira, dikonfirmasi wartawan, mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologis kejadian tersebut, karena saat itu dirinya sedang tidak berada di sekolah.
“Hari senin itu saya tidak ada disekolah, karena sedang mengikuti rapat, jadi tidak tahu kejadian sebenarnya,” ungkapnya.
Akan tetapi, kata dia, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut secara damai dengan keluarga siswa. “Upaya damai sudah kita lakukan, dan akan kita musyawarahkan secara bersama dengan keluarga siswa,” terannya.
Sementara itu, Kepala sekolah, Mira, dikonfirmasi wartawan, mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologis kejadian tersebut, karena saat itu dirinya sedang tidak berada di sekolah. “Hari senin itu saya tidak ada disekolah, karena sedang mengikuti rapat, jadi tidak tahu kejadian sebenarnya,” ungkapnya.
Akan tetapi, kata dia, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut secara damai dengan keluarga siswa. “Upaya damai sudah kita lakukan, dan akan kita musyawarahkan secara bersama dengan keluarga siswa,” terannya.(Sungaipenuhaktual)