Sungai Penuh

Pasien Lansia Dipulangkan karena Kuota Penuh, RSUD Mayjen H.A Thalib Disorot Tajam

Kerincitime.co.id., Berita Sungai Penuh – Pelayanan kesehatan di RSUD Mayjen H.A Thalib kembali menuai sorotan keras. Pada Rabu pagi, 8 April 2026, seorang pasien lanjut usia terpaksa pulang tanpa mendapatkan penanganan medis, hanya karena kuota layanan untuk poli penyakit dalam dan saraf dinyatakan telah penuh.

Peristiwa ini memantik kemarahan publik. Di tengah kondisi fisik yang rentan, pasien lansia yang seharusnya mendapat prioritas justru harus menelan kenyataan pahit: akses layanan kesehatan dibatasi oleh sistem kuota yang dinilai tidak berpihak pada kemanusiaan.

Kebijakan pembatasan kuota ini pun menimbulkan pertanyaan besar. Apakah manajemen pelayanan di rumah sakit daerah tersebut telah berjalan optimal? Ataukah ada persoalan serius dalam pengelolaan sistem antrean dan kapasitas layanan?

Baca juga:  Kapolres Kerinci Ditantang Bongkar Mafia Solar yang Diduga Dijual untuk Tambang Emas Illegal

“Ini bukan sekadar soal kuota, ini soal nyawa manusia. Kalau pasien tua saja dipulangkan, lalu di mana rasa kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Situasi ini mempertegas adanya dugaan lemahnya sistem pelayanan (siatim) di rumah sakit tersebut. Sistem yang seharusnya menjadi solusi untuk mengatur alur pasien, justru dinilai menjadi penghambat bagi masyarakat untuk mendapatkan hak dasar mereka.

Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Mayjen H.A Thalib, Debi Sartika, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Sikap bungkam ini semakin memperkuat kesan bahwa tidak ada transparansi dalam menyikapi persoalan yang menyangkut pelayanan publik.

Kasus ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, terutama terkait kuota pasien dan prioritas penanganan, menjadi hal yang mendesak.

Baca juga:  Kapolres Kerinci Ditantang Bongkar Mafia Solar yang Diduga Dijual untuk Tambang Emas Illegal

Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di daerah ini akan terus merosot. Sebab, ketika layanan kesehatan dibatasi oleh angka kuota tanpa solusi, yang dipertaruhkan bukan sekadar sistem—melainkan keselamatan manusia. (Bal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button