
Dugaan Praktik Calo di Imigrasi Kerinci
Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakoni oleh para calo dalam pelayanan pembuatan paspor di wilayah Kerinci menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa dan aktivis.
Ketidakadilan dalam pelayanan yang melibatkan peran calo dinilai sebagai bentuk kegagalan sistem yang harus segera ditindak tegas.
Syafri Aktivis kerinci mengungkapkan bahwa untuk pengurusan passport di Imigrasi banyak berkeliaran para calo, yang diduga kuat melibatkan oknum orang dalam Imigrasi untuk memuluskan aksinya.
Bayangkan untuk mendapatkan passport ada warga yang harus mengeluarkan uang hingga 5 juta rupiah, namun disatu sisi ada juga yang membayar normal di imigrasi.
Bahkan ada juga saat pengurusan sesuai prosedur malah ditolak, tetapi saat menggunakan calo dengan memberikan sejumlah uang justru paspornya bisa diproses.
LSM Geliat Anak Negeri Syafri meminta penegak hokum untuk menelusuri ini, sebab yang dirugikan adalah masyarakat.
“ini kegiatan yang merusak integritas pelayanan public, jika pihak oknum imigrasi tidak ikut bermain, dipastikan tidak ada calo-calo” ungkapnya.
Ia meminta Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan keimigrasian di wilayah tersebut, khususnya yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Imigrasi. (red)





