HOT NEWSMuara Tebo

PETI Kembali Kepung Sungai Batanghari di Tebo

TEBO – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kembali Kepung sungai Batanghari di Kabupaten Tebo, Jambi.

Operasi ini diketahui berlangsung di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Informasi dari warga setempat, aktifitas itu kini telah berlangsung secara terang terangan, membuat keresahan bagi warga setempat yang menolak.

Pasalnya kehadiran mesin rakitan ini membawa kebisingan, merusak alam serta mencemari sungai.

Warga heran siapa dibalik aktivitas ini, setiap kali polisi turun lapangan atau penertiban kawasan, semua mesin sudah terlebih dahulu bergeser atau kabur dari lokasi.

“Ini kondisi habis razia, setiap kali razia polisi peti pada kabur,” kata warga meminta untuk tidak disebutkan identitasnya, mengingat kondisi yang kian memanas.

Baca juga:  Liga Voli DEJ Convention Hall Cup I 2026 Sukses Digelar, Final Diserbu Penonton hingga Gedung Penuh

Ia mengeluh, dengan siapa lagi pihaknya meminta pertolongan, jika setiap kali penertiban informasi tersebut seolah bocor ke pelaku PETI.

“Wajar jika masyarakat menduga adanya keterlibatan pihak aparat di balik peristiwa ini,” paparnya.

Sementara dari pihak kepolisian setempat mengaku telah melakukan operasi dan razia gabungan.

“Tim Polres sudah turun ke lokasi untuk lakukan tindakan-tindakan kepolisian,” kata Kapolres Tebo AKBP Triyanto, Minggu (2/8/2026).

Triyanto belum menjelaskan kapan pihaknya turun kelapangan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Untuk diketahui, peristiwa ini diketahui sudah beroperasi sejak lama, Peristiwa ini juga menjadi gejolak di tengah masyarakat, sebagian dari mereka ada yang menolak aktivitas PETI tersebut.

Baca juga:  Final Liga Voli DEJ Convention Hall Cup I 2026 Pecahkan Antusiasme Warga, Tiket Nyaris Ludes dan Sajikan Duel Bergengsi

Naas, merek yang menolak aktivitas itu malah mendapat ancaman dari para pelaku PETI.

Pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026 lalu, dua orang Inisial A dan H ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan Pengancaman dan Penganiayaan terhadap Ketua Badan Pemasyarakatan Desa (BPD) setempat.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button