HOT NEWSJambiKerinci

Pelayanan BPN Kerinci Berbelit-Belit, Warga Mengeluh

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kerinci dikeluhkan warga, pasalnya pelayanan yang diberikan oleh BPN Kerinci dalam mengurus Surat Tanah berbelit-belit.

Seperti ungkapan Amri salah seorang warga kerinci mengaku keluarganya pernah mengurus Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) sangat berbelit-belit, bahkan terkesan cari-cari alasan dan ujung-ujungnya tidak dilayani.

Menurutnya proses pembuatan SKPT dipersulit, pihak BPN berdalih berbagai alasan, seperti alasan tidak bisa selesai cepat, operatornya tidak di tempat, jaringan macet, tidak bisa diprint, lagi dipendig proses pembuatannya. “keluarga saya ingin buat SKPT tapi alsan BPN sangat tidak masuk akal, alasannya macam-macam” ungkapnya kepada kerincitime.co.id.

Terpisah Ari salah seorang warga juga mengungkpakan hal yang sama, ia mengaku sudah seminggu lebih masukkan bahan tapi sampai saat ini juga belum ada kejelasan. “sudah satu minggu lebih saya mengurusnya tapi belum juga membuahkan hasil yang baik” ungkpanya.

Namun ada beberapa orang yang langsung berurusan ke dalam ruangan kantor SKPTnya selesai, “ada petugas ibu- gendut, katanya bisa, tapi akhirnya alasan jaringan macet, tidak bisa di print, ada lagi yang bilang jika bayar sejumlah uang pasti selesai” ungkapnya.

Selain itu pihak BPN mengaku aplikasi sudah ditutup, dan tidak menerbitkan SKPT hingga akhir 2017, “karena sudah boson mengurusnya, dan tidak juga selesai, akhirnya saya batalkan mengurus SKPT” ungkapnya.

Menaggapi hal tersebut Kasi Pertanahan BPN Kerinci Zulkismi mengungkapkan bahwa pembuatan SKPT tidak pakai biaya, tidak mempersulit namun berbelit-belit, atas perintah Kepala Badan bahwa menjelang persiapan Presiden Jokowi datang ke Jambi pada akhir desember ini, semua sertifikat prona harus sudah selesai dan laporan dari ke presiden.

“Baru-baru ini perintah dari kepala badan bahwa bapak jokowi presiden mau nyerahkan sertifikat di jambi, untuk sementara pekerjaan rutin di stop dulu, Fokus ke prona kata pak kaban” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa warga yang meminta SKPT sangat banyak, dalam tahun 2017 ini saja 8000 lebih, pegawai BPN difokuskan mengelola Prona, “Anak-anak lebih difokuskan ke prona” ungkapnya.

“lihat pada malam hari, pegawai kita masih bekerja, target prona selesai, tugas kita bagi-bagi, buat gambar, ngukur di lapangan, untuk kerinci tahun 2017 Prona 8000 ribu lebih tapi secara bertahap” ungkapnya.(ega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button