HOT NEWSKerinci

Kelompok LSM Laporkan Dugaan Pungli Simda Oleh Oknum DPPKA Ke Bupati Kerinci

Berita Kerinci, Kerincitime.co.id – Kelonpok LSM Kerinci yakni LSM Nuansa, LSM Kobar, LSM Pekat, LSM Pena segera mealporkan dugaan pungli pungutan oleh oknum DPPKA Kerinci dalam mengelola aplikasi Simda Desa ke bupati Kerinci Adirozal.

“Kita dengan kawan-kawan LSM sepakat melaporkan kejadian dugaan pungli simda kepada bupati kerinci, sebab indikasi sementara sudah kita dapatkan” Tegas Syafriaanto LSM Nuansa kepada kerincitime.co.id.

Seperti diberitakan sebelumnya banyak kades yang  tidak mengerti dengan aplikasi simda, kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak DPPKA.

Akibatnya sejumlah kades mengeluh ada dana lebih kurang 1 juta  yang harus disetorkan kepada pihak pengelola simda di DPPKA Kerinci.

Bahkan pihak DPPKA sengaja menyewa tempat untuk posko prngurusan simda di desa sungai liuk kecamatan pesisir bukit.

“jika setiap desa 1 juta, ya kita kalik saja jumlah desa di kabupaten kerinci, ratusan juta diduga dana  punglinya” ungkapnya kepada kerincitime.co.id.

Seperti diketahui bahwa yang mengelola kegiatan tersebut adalah Danil salah seorang staf DPPKA, sesuai intruksi dari atasannya Dian bendahara.

Danil ketika dikonfirmasi enggan berkomentar, melimpahkan ke atasannya Dian, Dian ketika di temui di ruang kerjanya mengaku bahwa ada dana pelatihan dalam APBD desa, dana itulah digunakan Kades untuk pelatihan simda, namun jumlahnya hanya 400 ribu, karena ada pelatihan setiap prlatihan nilainya 200 ribu. Namun demikian kata dian kades tidak harus pelatihan dengan pihak DPPKA, bisa di tempat lain.

“Ada dua kegiatan dananya 400 ribu, dalam anggaran desa ada tersedia dana pelatihan Rp. 10.500.000,-” katanya.

Dana 200 ribu itu kata dian digunakan untuk nara sumber dan konsumsi, selain itu di Kecamatan ada juga pelatihan.

“Jika mereka mau di latih dengan kami silahkan, jika tidak sialahkan di tempat lain” ungkapnya.

Selain itu untuk pembuatan posko Simda di sungai liuk tersebut adalah atas arahan kepala DPPKA Kabupaten Kerinci.

“Tempat di sini tidak muat, karena itu kami buat di s.liuk, sesuai arahan kepala Dinas” ungkapnya. (Cr1/ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button