Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Jumlah honor yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk anggota Pol PP di Kabupaten Kerinci masih kecil. Informasi yang diperoleh dari anggota Sat Pol PP, mereka menerima gaji perbulan Rp200 ribu yang dibayarkan sekali tiga bulan.
Kondisi ini sebenarnya cukup berat bagi anggota Pol PP Kerinci, hingga sejumlah mereka sering mengeluhkan honor. Anggota Sat Pol PP menganggap honor yang diterima itu merupakan yang terenda di Indonesia. Hanya saja anggota Pol PP selaku penegak Perda dan Kedisplinan di Kerinci tersebut tidak berani menyampaikan secara lansung. “Kota Sungai penuh saja, sudah diatas Rp500 ribu perbulan honornya,” sebut seorang anggota Sat Pol PP.
Baru-baru ini, Kabid Pol PP Armen mengakui ada keluhan dari anggotanya. Jumlah anggota Satpol PP saat ini sebanyak 234 personil,yang hampir semuanya sudah berkeluarga. “Setiap Kecamatan hampir 10 anggota stand by, wajar mereka minta tuntut naik honor. Tugas berat yang harus dipikul oleh para Pol PP dalam pengaman,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Kerinci Adirozal mengakui keberadaan Sat Pol PP dan Damkar Kerinci sangat diperlukan Pemkab Kerinci dalam menjalankan tugasnya memberikan pengaman dan bantuan sosial lainnya. Bupati bilang Pemkab Kerinci telah memikirkan kesejahteraan tenaga honorer kerinci. Akan tetapi memang kondisi keuangan daerah yang masih terbatas.
Namun demikian, Pemkab tetap akan berupaya memberikan tunjangan nantinya. “Pemerintah kabupaten kerinci ingin sekali meningkatkan kesejahteraan seperti honornya yang masih kecil. Tapi keuangan daerah kita sangat terbatas, meski honor mereka belum bisa dinaikkan maka bisa ditambah dengan cara tunjangan dana lainnya,” katanya saat upacara di lapangan Pemda, Selasa (16/5).
Disamping itu, Bupati kerinci juga menyampaikan ternyata masih ada anggota Pol PP dan Damkar dalam Kabupaten Kerinci yang terdeteksi 47 honorer tercatat beestatus fiktif. Lantaran terdata sebagai honorer, namun tidak pernah ikut bertugas. Sehingga mengakibatkan daerah dirugikan dalam hal ini karena membayar gaji tenaga honorer di Pol PP dan Damkar Kerinci.
Bupati bilang dia menemukan beberapa nama honorer fiktif bahkan ada yang sudah dimalaysia tapi masuk honor di Sat Pol PP Kerinci. Setelah mengetahui ada nama fiktif langsung dicoret karena bisa merugikan keuangan negara.
“Di awal saya masuk dahulu ada 27 orang yang fiktif, artinya namanya ada tapi orang nya tidak ada, kemudian dicek lagi ternyata ada lagi 21 orang seluruhnya dulu ada 47 orang, namanya ada tapi orangnya tidak ada. Ada juga yang sudah ke Malaysia,” jelasnya
Atas kondisi tersebut, Bupati meminta kepada kepala Sat Pol PP agar mengecek kembali anggota POl-PP apakah mereka melaksanakan tugas atau tidak. “Saya juga sudah minta agar mengecek kembali disiplin anggotanya, karena honor mereka kita kasih,” sebutnya.
Pjs Kepala Damkar dan Sat Pol PP Kerinci, Sahril Hayadi langsung meresponnya. Sahril mengatakan saat ini ada puluhan anggota Sat Pol PP yang mendapatkan teguran karena tidak di siplin, pihaknya tengah melakukan pembinaan. Ia katakan pihaknya terus meningkatkan dan melakukan pembinaan agar anggota Pol PP bisa lebih meningkatkan disiplin.
“Kita terus Bina anggota sat Pol-PP ada memang beberapa orang yang dinilai kurang disiplin dan tidak melakukan tugas dengan baik, maka diberi teguran, ada puluhan yang dapat surat teguran kedua,” terangnya
Untuk yang mendapatkan teguran secara tertulis sudah dua kali ini karena mereka tidak mengindahkan surat teguran pertama. “Saat ini masih kita bina agar mereka bisa meningkatkan kinerja dan disiplin,” tandasnya.(tribunjambi)