HOT NEWS

Emil Feria: untuk mendapatkan pemimpin berkualitas diperlukan kejujuran hati Nurani

Berita Sungai Penuh, Kerincitime.co.id – Pesta Demokrasi pemilihan Walikota Sunga Penuh periode 2016-2021 yang akan dilaksanakan 9 Desember yang akan datang.

Dengan pelaksanaan pesta demokrasi ini kita semuanya tentunya berharap akan lahir pemimpin yang lebih mengedepankan kejujuran hat nurani

Hal ini disampaikan Emil feria,S.Ag Mantan Aktifis Reformasi Kerinci 1998/Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kerinci , Pelaksanaan Pilwako kedepan hendaknya berlansung secara jujur dan damai, kalau ada orang yang mengedepankan pilwako damai,tapi saya lebih mengedepankan Pilwako yang jujur baru damai,sebab jika pilwako berlansung dengan damai tapi tidak jujur maka Pilwako yang kita laksanakan itu akan kehilangan makna,jika sudah jujur maka secara otomatis akan timbul damai.

Menjawab pertanyaan tentang kejujuran, Emil mengemukakan bahwa di negeri kita ini masih ada kejujuran sepanjang kira masih menyebut”Asma Nya” dan menyebut Kalimah Tauhid, kita jangan pesimis, di Kota Sunga Penuh masih banyak orang orang yang masih mengedepankan kejujuran,hanya saja harus kita lihat dari perspektif politik yang kompleks.

Harapan kita yang tentunya juga harapan orang banyak Pilwako hendaknya berlansung jujur dan Adil, dan tidak kalah pentingnya Balon Kandidat Incumben hendaknya mau belajar dan mau melihat peristiwa Pilkada di daerah tetangga yang baru berlansung beberapa waktu yang lalu dimana kemenangan yang telah di peroleh tidak di akui oleh negara dan kemenangan itu akhirnya di batalkan melalui sidang di MK yang telah membuktikan adanya persoalan yang sistimatis,terorganisir dan masif.

Saya menghimbau agar Incumben Bapak Prof.Dr.H.Asafri Jaya Bakri,MA agar beliau tidak melakukan hal itu dengan maksud agar beliau di hargai oleh sejarah dan oleh anak anak bangsa yang ada di negeri ini

Secara diplomatis emil mengemukakan, kalau ada yang mengatakan bung emil bermain di sayap mana? Jawabannya nanti dulu,pernyataan yang saya sampaikan ini merupakan kewajiban saya sebagai seorang aktifis, terlepas dari itu seperti yang telah saya katakan bahwa untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas kita harus lebih mengedepankan kejujuran dan mau belajar pada kejadian Pilkada dimasa lalu, Recoveri nya terlalu mahal dan sampai sekarang belum terobati.

Tapi saya yakin bahwa Prof AJB itu seorang guru besar,seorang demokrat dan seorang politisi, dan saya jauh jauhari telah mengingatkan kepada beliau untuk tidak kesitu,dan beliau kata emil juga minta untuk diawasi agar tidak salah, inilah respon saya terhadap incumben, kita harap agar hasil Pilwako menjadi legitimit dari hasil produk yang jujur da adil

Sekali lagi saya harapkan agar Incumben tidak menggunakan fasilitas negara yang nantinya akan mengundang reaksi, dan mari kita hdupkan demokrasi agar ada pilihan,dan semua pihak diharapkan untuk menghindari idiologi rasialisme karena itu tidak produktif”Ujar Buya Emil”

Demokrasi itu sangat menghargai perbedaan, berbeda dalam pandangan dan pilihan itu adalah ciri demokrasi,dan ituah teman sejati dalam berdemokrasi, dan meskipun nantinya akan muncul banyak timse timses tapi kita jangan lupa untuk melaksanakan”amar ma’ruf Nahi mungkar, dan saya juga mengharapkan agar Panwaslu untuk punya Nyali,tidak loyo dan tidak main mata dengan salah satu kandidat, untuk di ketahui saja, sekecil penjahitpun yang jatuh di Kota Sungai Penuh ini, pasti akan diketahui orang banyak ”Pungkas Emil.(Budhi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button