HOT NEWSHukum

Ini Kejanggalan Pembunuhan Hafsah Yang Dilaporkan Ke Polda

Berita Sungai Penuh, Kerincitime.co.id -Azis Bin Abdul Azis anak kandung korban Hafsah yang diduga terjadi pembunuhan, melaporkan kejadian tersebut ke polda setelah berjuang tidak ada ujung di polres kerinci dari januari 2015.

Azri kepada Kerincitime.co.id memaparkan kejanggalan yang terjadi terhadap pembunuhan orangtuanya, yang ia laporkan ke polda.

Menurutnya pertama; sekitar jam 09.00 sabtu 24/1 sdh dilaporkan ke polres, tentang dugaan pembunuhan terhadap orang tuanya, agar dilakukan penyelidikan dan penyidikan secara hukum, dan polisi datang ke tkp, namun tidak dilakukan penyelidikan dan penyidikan maksimal. Hanya kami diminta untuk membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi.

Itu dikarenakanpolisi meminta keluarga menyediakan dana otopsi rp. 12 jt, dan jika sudah dikuburkan biaya keseluruhan rp.40 juta. “Karena kami tidak punya biaya, maka kami sepakat untuk tidak otopsi” ungkapnya.

Baca juga:  Pelaku Seni Merangin Wakili Propinsi Jambi Pameran Lukisan Nasional

Kedua; sejak 23/1 hingga saat ini sudah diperiksa saksi untuk diminta keterangan, namun ada saksi kunci yang belum di periksa, yakni amriati anak korban yang juga istri rahman.

Sebab amriati beserta 3 orang anaknya sudah dua kali meminta perdamaian, agar saya tidak melanjutkan proses di polisi.

Ketiga; rahman menantu korban saat polisi datang di tkp malah sembunyi di gudang.

Ke empat;24/1 rahman beserta anak-anaknya bersikukuh segera mempercepat penguburan jenazah, padahal ia sudah menjelaskan untuk tidak dikuburkan sebelum di lakukan penyelidikan dan penyidikan oleh polisi.

Ke lima; 24/1 rahman dan anak-anaknya dengan sengaja menghilangkan barang bukti yakni pakaian yang digunakan korban saat meninggal.

Baca juga:  3 Orang Bandar Sabu Diamankan BNNP Jambi

Ke enam; rahman sejak 2 kali pemanggilan tidak tinggal di rumahnya. Malah tinggal di selampaung kecamatan gunung raya. Karena itu polisi lakukan penjemputan ke sana.

Ke tujuh; rahman tidak ditahan pada saat pemeriksaan, padahal bukti petunjuk sudah jelas.

“Karena iukami keluarga meminta kapolda untuk mendorong percepatan proses kasus ini” ungkapnya. (Cr1)

Show More
  • Back to top button
    >