HOT NEWSHukumJambiKerinci

Ini Laporan Dugaan Penipuan Rahima dan Ari Anggota DPRD Kerinci ke Polda

Kerincitime.co.id, Berita Jambi – Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Rahima Istri Gubernur Jambi dan Satria B Dharma atau sering diapnggil Ari Anggota DPRD Kabupaten Kerinci yang juga mantan ajudan Gubernur Jambi Fachrori berlajut.

Sebab Rahima da Ari sudah resmi dilaporkan ke Polda Jambi oleh S pada 2 Desember 2020. Dalam laporan dengan nomor : STPL/287/XII/2020/POLDA JAMBI/SPKTC’ tersebut, S (38) warga Kota Jambi melaporkan tindakan dugaan penipuan dan atau penggelapan sesuai dengan pasal 378 dan atau 372 KUHPidana yang dilakukan oleh 1. Satria B Dharma (Anggota DPRD Kerinci) dan 2. Rahima (Anggota DPRD Provinsi Jambi) dilansir pemayung.com.

Ini Laporan Dugaan Penipuan Rahima dan Ari Anggota DPRD Kerinci ke Polda
Laporan Dugaan Penipuan Rahima Istri Gubernur Jambi dan Satria B Dharma Anggota DPRD Kerinci.

S telah lama menunggu etikad baik dari Satria. Namun, pria yang akrab disapa Ari Gabot itu seakan tidak perduli dan menganggap itu hanyalah gertakan belaka.

“Ari ini ado Bawak sayo nemuin Rahima tahun 2018 di Batam, kalau dak salah di bulan Agustus pertama kali sayo ketemu samo ibu Rahima,” kata S.

Kata S, karena saat itu yang meminta uang kepada dirinya adalah omongan langsung dari Rahima. Akhirnya ia langsung memenuhi semua permintaan dari Rahima yang saat situ mendampingi Ari Gabot.

“Karena tidak ibu Rahima, sayo jugo dak percayo dengan Ari Gabot, ini karena bu Rahima yang bicaro samo sayo. Bicaro mengarah arah ke situ la kan (proyek atau kegiatan, red),” tuturnya.

“Saat itu dio bilang samo Sayo kan biso bantu sayo untuk kegiatan 2019 karena waktu itukan 2018 kan bapak itu (Fachrori Umar, red) masih belum dilantik jadi gubernur. Selagi kan bola ini kan sudah bola ujung dan anggota anggota ULP kan masih bawaan yang lamo (Mantan Gubernur Zumi Zola, red),” lanjutnya.

Rahima yang saat ini Anggota DPRD Provinsi Jambi itu pun menjanjikan akan memberikan sejumlah proyek atau kegiatan kepada S pada tahun 2019.

“Jadi kato Rahima tahun depan la (2019, red) bisa ayuk bantu, ujung ujungnyo dio minta bantu sayo dulu dengan alasan dio kan buat rumah sakit di Kabupaten Bungo.”

“Bikin rumah sakit mungkin ado yang kurang sayo kurang tahu la kan, yang jelas untuk itu la kan dana itu. Saat itu Rahima minta bantu Rp300 juta, saat itu sayo cuma ado dana Rp 200 juta. Sayo bilang kalo dana Rp200 juta ado sayo bilang kan, yo dak papo lah dindo kato Rahima. Kagek anterin be duit tu kesano ke Bungo, nanti adolah orang kepercayaan nyo di sano nanti,” beber Korban menceritakan kembali kata kata Rahima.

Setelah pembicaraan tersebut kelar, kata S, Rahima pun memberikan alamat lengkap kepada S untuk tujuan kemana mengantarkan uang tersebut ke Muaro Bungo.

“Dikasih alamatnyo, Ari jugo ngarahkan. Ini permintaan dari ibu Rahima disitulah Sayo agak yakin nyo disitu. Kalau Ari be yang ngomong mungkin sayo kurang yakin kan. Karena ado dari ibu Rahima inikan itulah sayo kasih uang Rp 200 juta itu,” katanya.

Tidak hanya itu, Rahima juga meminta kepada S agar terus melakukan komunikasi lanjutan kepada Ari Gabot.

“Kalo ado apo apo ayuk kagek pesan nyo ke Ari kato Rahima waktu di Batam tu. Jadi sayo pernah ketemu dengan ibu Rahima, beliau cuma nerimo duit Rp300 Juta sisanyo di Ari. Waktu sayo ke Muaro Bungo itu setor Rp200 juta, terus hampir tiap bulan Ari rutin minta duit untuk ini itu sehingga sampai lah jumlahnyo Rp900 Juta,” tukasnya.

Sementara saat dikonfirmasi beberapa kali melalui telepon maupun via pesan WhatsApp, tidak ada jawaban sama sekali oleh Rahima Fachrori Umar. (red)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button