Lagi, RSUD MH Thalib Kerinci Tolak Pasien BPJS
Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MHA Thalib Kerinci kembali dikeluhkan warga, lantaran menolak merawat pasien yang datang berobat mengunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Penolakan ini menimpa pasien berinisial M (57) warga Dusun Baru Debai, Kecamatan Kumun Debai yang mengalami sakit sudah 3 hari bagian pinggangnya yang tidak bisa di gerakan, namun pihak rumah sakit menolak untuk merawat pasien di RSUD MHA Thalib Kerinci. Kemarin (09/09).
Salah satu keluarga M, Joni Arman menyampaikan bahwa, M ini di tolak tanpa adanya kejelasan yang pasti oleh pihak RSUD dengan menggunakan kartu BPJS. “Ya, beliau ditolak, katanya penyakit orang tua kami tidak termasuk dalam tanggungan BPJS,”ungkap Joni Arman dilansir ebrita.com.
Dirinya menceritakan kronologi lebih lanjut, sebelum berobat ke RSUD, M telah lama menderita sakit dibagian pinggangnya. Beberapa waktu yang lalu pernah berobat ke salah satu dokter syarat, M didiagnosa menderita syaraf terjepit.
Lalu dalam 3 hari ini, dibagian pinggangnya kembali semakin terasa sakit dan mati rasa, sehingga pihak keluarga membawa M ke RSUD MHA Thalib Kerinci. Setelah sampai dan di cek darah oleh pihak RSU dan dokter jaga. Pihak RSUD berkilah bahwa M dinyatakan tidak menderita sakit apa -apa, padahal kakinya masih mati rasa dan pinggangnya sakit.
“Katanya baik-baik saja, kalau mau dirawat statusnya pasien Umum bukan pasien BPJS, karena penyakit orang tua kami ini tidak masuk indikasi dalam tanggungan BPJS. Kalau mau masuk juga harus jalur umum.” sebutnya.
Dirinya menambahkan bahwa sesuai aturan pasien yang berobat dirumah sakit umum daerah sudah bisa menggunakan kartu BPJS apapun keluhan dari pasien tersebut.
“Kita sudah mempertanyakan permasalahan ini ke pihak BPJS, kata pihak BPJS tidak ada alasan bagi pihak RSUD merubah status dari pasien begitu saja,”tegasnya.
Atas permasalahan ini, dirinya beserta keluarga mengaku kecewa dengan pelayanan RSUD MHA Thalib Kerinci yang menjadi satu-satunya rumah sakit umum yang ada di Kerinci dan Sungai Penuh.
“Kita berharap pihak Pemkab Kerinci bisa bertindak, paling tidak menegur pihak rumah sakit. Jangan sampai banyak pasien diperlakukan begitu, kasian bagi warga yang mengalami sakit terus ditolak dan harus berstatus pasien umum dengan bayaran yang cukup besar,”jelasnya. (Red)