HOT NEWSKerinci

Musim Hujan Air PDAM Sering Mati? Ini Penyebabnya

15698238_1501109449906922_4547554821198369359_nKERINCITIME.CO.ID, BERITA KERINCI – sering tidak masuknya aliran air melalui pipa PDAM ke rumah warga,ini meyebabkan timbulnya Keluhan di kalangan masyarakat mengenai kwalitas PDAM Tirta Sakti Kab Kerinci.

sebelumnya pihak pdam sudah menggelar jumpa pers, Kepada pers pihak PDAM Tirta Sakti Tersebut menjelaskan bahwa kendala yang sering terjadi adalah tingkat kekeruhan air , jika semakin keruh maka kita membutuhkan semakin banyak lagi bahan KIMIA untuk melakukan pembersihan pada kwalitas air yang nantinya di alirkan ke rumah warga.

afrial selaku Direktur Umum PDAM Tirta Sakti menjelaskan” kalau musim hujan bukan berarti kita kekurangan pasokan air, justru musim hujan ini yang membuat tingkat kekeruhan air semakin tinggi, kalau airnya keruh automatis kita butuh zat kimia seperti tawas itu tingkat penggunaannya juga tinggi, sehingga kita butuh puluhan ton dan bisa meningkat lagi kebutuhan zat kimiat tersebut apabila kwalitas air semakin keruh.

syaharudin ali yang menjabat sebagai dewan pengawas PDAM tirta sakti juga menjelaskan” kadang-kadang kita sering kekurangan bahan kimia, kita kekurangan dana, itu disebabkan tingginya harga produksi ketimbang harga jual, makanya sejak bulan 12/2016 kemaren kita melakukan kenaikan sebesar rp.500,- dan mulai di tagih bulan januari 2017, bkn hanya zat kimia saja banyak perangkat yang harus di ganti,seperti pipa dan mobil operasional, coba silahkan cek di parkiran mobil belakang itu coba lihat mobil operasionalnya, cek sendiri, itu sudah tidak layak pakai sebenrnya. tapi kita usahakan untuk melayani masyarakat dengan kwalitas yang lebih baik lagi. uangkapnya (ang)

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth
  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close