Krisis Listrik di Kuala Tungkal, PLN Cari Alternatif Pembangkit Lain
Berita KUALA TUNGKAL, Kerincitime.co.id – Krisis listrik yang melanda Tanjung Jabung Barat khususnya Kuala Tungkal dan sekitar, harus membuat pihak PLN putar otak, pasalnya masalah utama ada di pembangkit.
Seperti disampaikan Manajer PLN Rayon Kuala Tungkal, M Arham Ginting, menurutnya pihak PLN sudah berulang kali menanyakan masalah ini ke pihak pembangkit (mitra PLN), kendalanya masih sama yaitu kurangnya pasokan gas.
Ini sulit teratasi mengingat daya untuk mengaliri kebutuhan listrik di wilayah Ilir termasuk Kuala Tungkal hanya bersumber dari satu pembangkit, sehingga saat bermasalah sulit mencari alternatif.
“Kita cuma dari PJP (PLTG), sekarang PJP itu terkendala tidak bisa nyuplai full ke kita. Alasan mereka pasokan gas dari PetroChina ada penurunan,” jelas Arham kepada Tribun, Kamis (26/11).
Pihaknya sedang mencari alternatif lain agar masalah ini segera mendapatkan jalan keluar, bukan dengan memohon ke PJP untuk dapat memenuhi kebutuhan namun dengan memasok daya dari sumber lain.
Pihak PLN kini tengah membangun jaringan koneksi ke Pembangkit Purwodadi, meski dipastikan belum bisa memenuhi kebutuhan yang ada tapi minimal kata Arham bisa untuk mengurangi kekurangan.
“Minimal kalau sudah terhubung nanti bisa saling mengisi, bisa mengurangi pemadaman yang ada. Sekarang proses koneksi sudah 90 persen, Desember bisa operasi,” paparnya.
Sejauh ini kekurangan daya untuk wilayah Ilir dua sampai tiga mega watt, Pembangkit Purwodadi diupayakan bisa memasok maksimal dua mega. “Artinya (kalau sudah koneksi) bisalah untuk mengurangi pemadaman bergilir,” tukas Arham.
Diketahui bahwa sudah hampir satu tahun listrik di Tanjab Barat khususnya bagian Ilir mengalami krisis, setiap hari PLN haru melakukan pemadaman bergilir untuk bisa memenuhi layanan secara merata.
Semua tentu berharap, koneksi yang dilakukan ke Pembangkit Purwodadi benar-benar menjadi solusi atas krisis sentrum ini, sehingga aktivitas warga, industri, pelayanan publik dan pemerintahan berjalan normal seperti sedia kala. (tribunjambi.com)