HOT NEWSSungai Penuh

Proyek Jalan SMP 7 Sungai Liuk Tidak Ada Papan Nama, Material Kelas A Bercampur Tanah

Proyek Jalan SMP 7 Sungai Liuk Tidak Ada Papan Nama, Material Kelas A Bercampur TanahKerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Entah karena unsur keteledoran atau kesengajaan, proyek Peningktan Jalan SMP 7 Sungai Liuk tidak ada papan proyek, parahnya lagi saat ini sedang penghamparan material kelas A, diduga material tidak sesuai dengan spesifikasi, ada campuran lumpur dan tanah dalam material kelas A tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi LSM Perisai Kobra proyek tersebut terkesan sengaja tidak di pasang papan merek, dan parahnya material kelas A yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

“saya ke lokasi proyek tersebut dari jalan mendaki depan SMP 7 Sungai Liuk hingga atas bukit terlihat ada alat berat yang sedang bekerja, yakni penghamparan material kelas A, terlihat material tersebut bercampur dengan tanah atau lumpur” ungkap John Afriza LSM Perisai Kobra kepada Kerinctime.co.id.

Ia mengaku tidak mengetahui siap pemilik proyek tersebut, lantaran tidak ada keterangan yang bisa didaptkan dari lokasi tersebut.

Proyek Jalan SMP 7 Sungai Liuk Tidak Ada Papan Nama, Material Kelas A Bercampur TanahMenurutnya perlu perhatian khusus bagi para pemangku kebijakan untuk mengenal lebih jauh tentang Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Pasal 15 Huruf D (pengelolaan dan penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Melihat proyek dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah, melalui kontraktor pemenang tender, tidak menggunakan papan proyek alias Proyek siluman.

Mengacu undang undang keterbukaan informasi publik sangatlah jelas, akan tetapi para pengawas dan pihak kontraktor seperti ada kesan di abaikan, dan tidak boleh untuk di ketahui dari mana asal pembangunan proyek tersebut.

“Secara tidak langsung mereka sudah keluar dari RAB pekerjaan yang ada dan sudah membohongi masyarakat di tambah lagi rata rata pekerjaan yang dikerjakan asal asalan atau asal jadi,”ujarnya.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Sungai Penuh belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (ega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button