Berita Kerinci, Kerincitime.co.id – Bang H B A , Demikian masyarakat tua dan muda akrab memanggil sosok Drs.H.Hasan Basri Agus,MM, hampir seluruh warga terpencil/ suku pedalaman di KawasanTaman Nasional Bukit 12 di Air Hitam Sarolangun hingga Mentawak Kabupaten Merangin terutama yang sudah di mukimkan dan menjadi mu’alaf mengenal dekat sosok Bang HBA, Beliau adalah Bupati Pertama di Nusantara yang telah memberangkatkan dua orang tokoh suku anak dalam Mantan Temenggung Birin(H.Hemi) dan Mantan Temenggung Tarib( H.Jailani) untuk menunaikan ibadah Haji dan mengirimkan beberapa orag pemuda dan pemudi suku pedalaman mu’alaf ke sejumah Pondok Pesantren dan mendatangkan Dai Khusus dari Pondok Pesantren Tuban-Jawa Timur untuk membina dan memupukkualitas Itag warga Suku Anak Dalam Mu’alaf dari rimba belantara propinsi Jambi yang kini kian tak rimbun lagi.
Disamping itu hampir sebagian besar warga terutama warga pedesaan di Kabupaten Kerinci,Kota Sungai Penuh,Kabupaten Merangin, mulai dari Kaki Gunung Kerinci, Bukit Khayangan Kota Sungai Penuh hingga Serampas-Sungai Tenang mengenal dekat sosok tokoh Masyaraat Jambi wilayah Barat yang santun dan rendah hati
Dalam rangka menyambut Pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jambi -Budhi VJ Rio Temenggung Tuo -Wartawan/ budayawan Penerima PIN Emas dan Anugerah Kebudayaan Tingkat Nasional menulis tentang sosok penggagas Program Jambi Emas yang akrab di panggil bang H B A.
Drs.H.Hasan Basri Agus ,MM( Bang H B A) Putra terbaik masyarakat Jambi Wilayah Barat, beliau dilahirkan di sebuah desa(dusun)Kecil di pinggiran Kota Sarolangun, tepatya di Desa Sungai Abang,Sarolangun, beliau lahir pada tanggal 31 Desember 1953, Lahir dari Pasangan H.Agus(ayah) dan HJ Mo’ah (Ibu), HBA adalah Putra sulung dari 10 orang bersaudara.
Hasan Basri Agus menikah dengan Hj.Jusniana dan memiliki dua orang putri masing masing Erwin Afriyanti dan Diah Agusrin.
Dari Kecil HBA telah membiasakan diri untuk bekerja membantu ayah dan bundanya, hampir setiap hari sepulang sekolah HBA melakukan pekerjaan rumah tangga memasak nasi, menimba air dan mengasuh adik adiknya.
Sifat dan sikap kepemimpinan Hasan Basri Agus, sudah mulai terlihat sejak kecil, di kampungnya HBA di kenal akrab dengan teman teman , beliau disegani oleh teman sepermainan dan orang orang sekampung, sikapnya yang santun meninggalkan kenangan tersendiri dikalangan orang orang tua di kampung dan teman teman sepermainan
Meski HBA berasal dari linngkungan petani yang sederhana, akan tetapi HBA muda punya mimpi dan cita cita untuk lebih mendalami ilmu ilmu ke agamaan, berbeka dengan semangat dan sebuah cita cita untuk meraih impian masa depan yang lebih baik HBA kala itu mengayunan langkah ke Tanah Pilih Kota Jambi.
Sekitar tahun 1975 HBA kecil melanjutkan pendidikan di sebuah Madrasah yakni Madrasah Tsanawiyah As’ad Olak Kemang Seberang Kota Jambi.
Hampir setiap waktu HBA kecil menghabiskan hari harinya mempelajari dan mendalami ilmu ilmu tentang ke Islaman, di Lingkungan Madrasah HBA hidu dengan sangat bersajaha, HBA menempati sebuah Pondok Bambu kecil yang hanya dapat di tempati seorang diri,Pondok itu ukurannya tak lebih dari 3 meter X 3 meter, terletak di sebuah pulau kecil( sebuah dataran kecil) di Pinggiran Sungai Batang Hari, kala itu Sungai Batang Hari masih sangat asri dengan airnya yang bening, Meski hidup sungguh sangat sederhana dan jauh dari orang tua Hasan Basri Agus tidak pernah mengeluh bahkan semangat belajar untuk meraih cita cita semakin menggelora di dalam dada
Sikapnya yang santun,sabar dan rendah hati mendapat perhatian dan empati dari para guru guru dan teman temannya di Madrasah, di Madrasah Hasan Basri Agus di daulat untuk menjadi Ketua Kelas.
Untuk menambah biaya hidup dan untuk mengatasi keterlambatan kiriman dari Ayahanda dan Ibunda di Sarolangun, HBA harus memutar otak dan berusaha untuk mencari tambahan biaya sekolah dan kebutuhan sehari har dengan menjadi pilot( Pengemudi) sampan ata Ketek, Pada masa itu Ketek atau sampan bermesin termasuk perahu merupakan satu satunya sarana transportasi bagi masyarakat di seberang Jambi.
Banyak kenangan ketika menjadi pengemudi Sampan/ketek, ada suka ada pula dukanya, dukanya ialah ada diantara penumpang ketek yang malas membayar sewa ketek, tapi HBA tak pernah marah, iapun terkadang harus tersenyum kecut dan mengikhlaskan , mungkin belum rezeki saya agaknya
Pada awal tahun 1977, HBA menyadari bahwa Ijazah madrasah sewaktu di As’ad dirasa kurang mencukupi untuk mencari pekerjaan tetap sehingga ketika ada satu sekolah SMA Muhammadiyah yang berada di dekat Masjid Agung Al-Fallah Jambi dan mendaftar menjadi siswa kelas 3, nampaknya HBA memiliki otak yang cerdas dan memiliki kali kali yang matang, saat itu dari 70 orang peserta ujian hanya HBA dan seorang temannya yang lulus ujian
Kala itu HBA Punya niat untuk melanjutkan pendidikan di IKIP Jambi, namun karena situasi ekonomi yang nyaris sangat pas pasan , HBA muda terpaksa banting stir dan diterima sebagai seorang pegawau honorer dengan tugas utama sebagai tukang ketik di Kantor Dinas Kesehatan, sebagaii seorang pegawai Honorer, tentnya HBA mendapat Honor yang jauh dari kecukupan, dan itupun honornya tidak setiap bulan di terima, biasanya gaji baru di bayar 4 bulan kemudian
Walau Honor di bayar kecil dan di terima setiap 4 bulan sekali,HBA tak pernah mengeluh,jalan memang masih panjang dan berliku aganya, ibarat sebuah kapal jika layar sudah terkembang kita tak boleh mundur , hidup memang sebuah perjuangan, karena itu pula HBA mencari tambahan penghasilan dengan mencari ikan seluang dengan cara menyauk ikan dengan sebuah alat tangpkap ikan sederthana,pekerjaan itu beliau lakoni dari malam hingga pagi hari, dengan ditemani perahu sampan HBA menyusuri tepian Sungai Batanghari, dan jika ikan hasil tangkapannya sudah cukup banyak ikan seluang itu di jual di pasar angso duo di pinggiran Sunga Batanghari.
Dengan bermodalkan ikhlas dan jujur yang di iringi dengan Tawaqal akhirnya HBA muda diangkat menjadi CPNS di lingungan dinas kesehatan dengan tugas utama sebagai tukang ketik, dalam waktu yang tidak terlalu lama ada dua tawaran menarik untuk HBA, diusia yang masih tergolong belia –HBA di tawarkan posisi di bagian bendahara tempat beliau bekerja atau di biayai untuk melanjutkan cita cita dengan menempu pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)
Kala HBA masih menempuh pendidikan di APDN, HBA muda jatuh cinta kepada sang kekasih dan menikahi Yusniana putri dari satu kampung sama sama asal Sarolangun, selangkah lagi mimpi HBA berbuah kenyataan, Pada tahun 1988 HBA menyelesaikan pendidikan di APDN Jambi dan selanjutnya HBA mulai merintis karir dengan jabatan sebagai Sekwilcam Kecamatan Muara Bulian, lalu di mutasi menjadi Kasubbag Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi Jambi dan ditahun yang sama beliau kembali di percaya menjadi Camat Perwakilan Muaro Sebo Kabupaten Batanghari, hebatnya disela-sela waktu itu pula dia melanjutkan kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU).
HBA memang sedikit berbeda dengan teman temannya, HBA dikenal sebaga sosok yang tekun, berdisiplin tinggi dan tidak suka dengan” gawe yang neko neko” HBA memiliki gaya kepemimpinan yang jauh lebih merakyat,ia selalu ramah dan menyapa semua lapisan masyarakat yang ada di di wilayahnya, HBA di kenal sangat mencintai anak anak, bahkan dengan anak orang kubu pun HBA sering terlihat akrab bercanda, HBA memiliki kemampuan kepimpinan yang mumpui
Karir HBA sebagai seorang abdi negara semakin cemerlang, pada tahun 1989 HBA dilantik menjadi camat Mersam Kabupaten Batanghari dan setahun berikutnya 1990 dia diminta menjadi camat Muara Tembesi Kabupaten Batanghari.
Karir HBA terus dan semakin melejit, jabatan terus diraih karena kemampuan diri sendiri dan karena kepercayaan sang pimpinan bukan karena hasil kong kalingkong, Pada Tahun 1994 Pemerintah Kabupaten Bungo Tebo kala itu meminta HBA untuk menjadi Kepala kantor Catatan Sipil , dan pada tahun 1996 Pemerintah Kabupaten Batanghar meminta HBA untuk menjadi Pj.Asisten II Sekwilda
HBA memang tak lama menempati pos pos jabatan, ini di buktikan pada tahun 1997 HBA dipercaya dan diangkat oleh Gubernur untuk melaksanakan amanah sebagai Kepala Biro Kepegawaian Setda Propinsi Jambi dan puncak jabatan karir PNS berhasil di raih oleh Bang HBA dengan menduduki jabatan Strategis sebagai Sekretaris Daerah Propinsi Jambi dari tahun 1999-2006
Karir dan Prestasi Drs.H.Hasan Basri Agus,MM terus berkilauan, karena panggilan hati nurani untuk membangun negeri HBA dipanggil pulang dan terjun ke dunia politik,sikapnya yang santun dan rendah hati membuat masyarakat jatuh cinta dan pada bulan Juli 2006 Drs.H.Hasan Basri Agus,MM terpilih dan di lantik menjadi Bupati Kabupaten Sarolangun masa bhakti 2006-2011
Jabatan sebagai Bupati Sarolangu belum diselesaikan, beliau di gadang gadangkan untuk maju sebagai salah seorang Balon Kandidat Gubernur Jambi, “Ibarat Pucuk di Cinta Ulampun tiba, akhirnya pada tanggal 19 Juni 2010 Drs.H.Hasan Basri Agus,MM terpilih secara demokratis untuk menjadi pemimpin nomor 1 di Propinsi Jambi, dan pada tanggal 3 Agusts 2010 Drs.H.Hasan Basri Agus,MM ( Bang HBA) dan Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum dilantik oleh Menteri Dalam Negeri sebagai Gubernur Wakil Gubernur Jambi yang ke 10.
Drs.H.Hasan Basri Agus adalah salah satu dari 10 orang pernah memimpin bumi pucuk Jambi Sembilan Lurah, dan beliau adalah gubernur Jambi ke dua asal Jambi wilayah Barat setelah H.Abdul Manaf, dan Drs.H.Hasan Basri Agus,MM merupakan satu satunya Gubernur sepanjang perjalanan sejarah Propinsi Jambi yang menerima tanda jasa Bintang Mahaputera Utama , sebagai tanda Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia atas jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara.
Drs.H.Hasan Basri Agus oleh banyak pihak dan termasuk tokoh daerah elite politik dipandang mampu dan berhasil menyejahterakan rakyat jambi dengan program Visi Jambi Eas , menurut berbagai kalanagna sosok HBA adalah pemimpin yang low profile, beliau putra daerah yang santun dan rendah hati dan selalu mengedepankan kejujuran dan kasih sayang dalam membangun masyarakat beliau lahir dan tumbuh dari rakyat kebanyakan alias anak seorang petani kecil yang tinggal di sebuah dusun yang jauh dari hiruk pikuk kecil.Pendidikan dan pengamalan agama cukup tertanam di dasar kehidupan pribadi HBA, sebagai seorang santri HBA sejak kecil telahdi tanamkan untuk bersikap jujur dan di dadanya telah terpatr Moralitas yang cukup bagus , HBA adalah sosok pemimpin birokrat yang relegius, dan tahu betul permasalahan yang di hadapi masyarakat di bumi pucuk Jambi Sembilan Lurah, setiap masalah ia sudah mampu untuk meretas dan memiliki kemampua untuk mencari solusi
HBA memang terlahirkan di rakyat kebanyakan alias lahir dari kalangan akar rumput, ia seorang yang santun, tegas tapi sekaligus juga rendah hati, HBA tahu dengan pasti dalam menempatkan diri, dan Beliau takk segan segan turun tangan mengeluarkan kocek kanting sendiri untuk membantu setiap orang yang datang kerumah meminta bantuannnya, bahkan orang kubu( sanak) pun yang meminta sepeda motor dan minta naik haji pun beliau bantu dengan segenap ketulusan hati, belau memang seorang pemimpin, tapi beliau juga tanggap dengan orang yang beliau pimpin, dalam kehidupan sehari haripun HBA jauh dari kesan glamour, Kopiah hitampun jarang beliau tanggalkan, dan kalau HBA Kunker ke daerah bahkan ke dalam hutanpun beliau selalu menjadi Imam dalam Shalat
Penulis berpendapat HBA itu Pemimpin yang selalu memberikan kenyataan bukan seorang pemimpin yang rajin memberikan pernyataan, ucapannya pun dikalangan masyarakat kecil sangat mudah di cerna,maknapun cepat di tangkap oleh orang yang tidak pernah sekolah sekalipun,,programnya juga sederhana tapi mengena di hati rakyatya.
Dalam wawancara khusus bersama Budhi VJ Rio Temenggung di kediaman Keluarga Besar H.Chandra Purnama di Desa Betung Kuning Hiang beberapa waktu yang lalu Hasan Basri Agus Calon Gubernur Jambi nomor urut I ini mengemukakan , selama menjadi Gubernur periode 2010-2015, banyak program yang telah di laksanakan, dan salah satu upaya percepatan menuju Jambi Eas , maka program Samisake diharapkan dapat menjadi daya ungkit untuk mencapai Visi dan Misi yang telah di tetapkan , Program Samisake sendiri dilaksanakan untuk mengurangi disparitas pembangunan antar wilayah dalam Provinsi Jambi, sebagian penduduk miskin berada diwilayah pedesaan, keterbatasan kemampuan fiskal kabupaten/kota dalam membiayai pembangunan.
Menurut Bang H B A kondisi riil di lapangan, masih terdapat rakyat miskin tidak mempunyai tempat tinggal sehat, kesulitan membiayai pendidikan dan kesehatan serta pendapatan yang masih rendah disebabkan kurangnya modal. “Oleh karenanya, program Samisake ini merupakan tindakan nyata yang kita lakukan kepada lapisan masyarakat miskin paling bawah dalam rangka meningkatkan harkat, martabat dan status sosial mereka
HBA Mengakui bahwa selama menjalankan amanah sebagai pemimpin di Propinsi Jambi banyak program pembangunan yang telah di lakukan , akan tetapi masih banyak puua yang belum terselesaikan,masih banyakyang mesti harus di sempurnakan,HBA mengakui waktu yang hanya 5 tahun yang telah di lalui belum mampu sepenuhnya mewujudkan cita cita menyejaterakan masyarakat di Propinsi Jambi.
Menurut HBA, “Pada awal menjabat sebagai Gubernur Propinsi Jambi, APBD PropinsiJambi hanya Rp. 1,4 Trilyun lebih, dan dana ini pula yang kita bagi bagikan untuk Kabupaten dan Kota Se Propinsi Jambi termasuk untuk meningkatkan kwalitas pembangunan sarana Infra struktur seperti pembangunan Jalan ke Jangkat dan jalan menuju ke Sungai Penuh-Kerinci.”
Menurut Mantan Bupati Sarolangun itu, masih banyak cita cita dan program pembangunan yang harus di wujudkan bersama, masih banyak gawe yang harus di selesaikan, karena rasa tanggung jawab moral dan semangat untuk mendedikasikan diri inilah yang mendorong dan memutuskan untuk kembali memimpi Propinsi Jambi periode 2016-2021, Insya Allah saya akan lanjutkan program yang sudah di rintis dan terus melakukan peningkatan program pembangunan di semua line kehidupan,untuk program kita visi dan misi nya masih sama dengan visi misi yang dilaksanakan pada perode pertama hanya saja kita tambahkan menjadi, hanya kata emas ditambah lebih maju aman adil dan sejahtera, misi kita masih tetap misi yang lama pada periode pertama, tapi ada beberapa pergeseran
Mengenai besarnya harapan sebagian besar masyarakat di Propinsi Jambi termasuk masyarakat di alam Kerinci yang masih menginginkan kepemimpinan HBA di Lanjutkan, kandidat Gubernur Jambi denga nada diplomatis menyebutkan,”saya telah berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan hasilnya saya serahkan sepenuhnya kepada segenap lapisan masyarakat dan nanti kita buktikan apakah masyarakat masih sungguh sungguh mengharapkan kehadiran saya” Kata Bang HBA”. (Adv)