Gaya HidupPendidikan

Segera Tayang ‘Azizah’ Film Berlatar Jambi, di Bioskop 21 WTC dan Cinemaxx Lippo Plaza

Segera Tayang ‘Azizah’ Film Berlatar Jambi, di Bioskop 21 WTC dan Cinemaxx Lippo PlazaKerincitime.co.id, Berita Jambi – Film Azizah akan tayang pada 15 Januari 2019 serentak di bioskop cinema 21 WTC Batanghari dan Cinemaxx Lippo Plaza Jambi, Film Azizah bertemakan pendidikan dan berlatar Jambi bahkan melibatkan Aktor serta Aktris dari Jambi.

Salah satu Aktor dalam Film Azizah, Yoga Julestama pemeran Pak Tarno ialah sosok ayah Azizah, kepada Jambidaily.com–jaringan serujambi.com-media partner kerincitime.co.id membeberkan bahwa 90 persen latar dan pemeran berasal dari Jambi.

https://kerincitime.co.id/ini-kata-cathy-sharon-terkait-namanya-dicatut-dalam-katalog-prostitusi-online.html

https://kerincitime.co.id/meski-belum-lulus-30-sks-lebih-ternyata-ujian-skripsi-arsal-dapat-nilai-a.html

https://kerincitime.co.id/terkait-persoalan-ganti-rugi-lahan-bandara-depati-parbo-ini-pejelasan-juanda.html

“Aktor dan aktris 90 persen anak Jambi, lokasi pengambilan gambar juga 99 persen di Jambi. Ceritanya tentang perjuangan seorang anak untuk sekolah, meski tidak direstui ayahnya sendiri. Ini film pendidikan yang wajib ditonton oleh para siswa dan orang tua. Ayo ramai-ramai nonton…,” Cerita Yoga (Rabu, 09/01/2019) lalu.

Yoga, aktor kawakan jebolan Teater Oranye ini berikan bocoran bahwa Film Azizah mengingatkan akan arti pentingnya pendidikan, terutama bagi orang tua agar dapat memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak

“Pentingnya kesadaran mengenyam pendidikan. Dan peringatan untuk orang tua untuk tidak melarang anaknya sekolah setinggi-tingginhya,” Kata Yoga.

Menurut Yoga, dalam proses pembuatan Film Azizah Pemerintah Provinsi Jambi dan kota Jambi cukup mendukung, melalui Dinas Pendidikan yang nantinya saat tayang akan mengajak seluruh siswa untuk menonton film

Lalu dalam kesempatan ini tidak lupa Yoga berikan harapan kepada anak-anak muda Jambi jangan merasa tidak percaya diri untuk berkarya, banggalah dengan karya negeri sendiri

“Jangan minder untuk berkarya, harus berani berkarya. Jika sudah mulai ada keberanian baru pelan-pelan meningkatkan kapasitas dan kualitas. Juga harus lebih bisa menghargai karya-karya anak Jambi. Jangan lagi berbangga yang berlebihan dengan karya-karya film Holywood dan film-film luar. Banggalah dengan karya anak Jambi, yang saat ini sudah mulai muncul. Berani berkarya terlebih dahulu, baru setelah itu memperbaiki kualitas dan tetap menundukkan kepala,” tutur Yoga.

Apa harapan untuk Pemerintah?

“Ikut serta mengangkat kearifan lokal, potensi SDM lokal melalui dinas pendidikan, disbudpar dan stakeholder yang lain,” pungkas Yoga.

Sutradara Film Azizah, Ana Adna mengatakan film Azizah ini menceritakan seorang gadis kecil yang pintar dan bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun ayahnya yang memiliki kepribadian keras tidak setuju dengan cita-cita Azizah tersebut. Peran utama wanita dalam film ini adalah Novi Salim dan peran utama pria Hendri Putra. Selain artis ibukota, sejumlah pemain lokal juga ikut membintangi film ini. Ana mengatakan, film yang diproduksi Radja Abadi Film ini akan menguras emosi dan air mata penonton.

“Tapi dengan semangat ia terus pergi sekolah, Di sini kita menyajikan cerita bagaimana perjuangan seorang anak meraih cita citanya. Meskipun mendapat tentangan keras dari orang tua,’’ jelasnya.

Muhtadi Putranusa selaku produser, mengatakan film ini diproduksi oleh Radja Abadi Film. Dia berharap film ini dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat Jambi. Selain menghadirkan bintang film nasional, juga hadir bintang film lokal.

“Banyak hikmah yang dapat diambil dari Film Azizah, mulai dari unsur keluarga, pendidikan dan lainnya, Rugi kalau tidak nonton. Akan mulai tayang 15 Januari di Bioskop 21 dan lainnya,” katanya.

Dia berharap dengan lahirnya film ini dapat memacu semangat insan perfilman di Provinsi Jambi untuk terus berkarya dan berinovasi. Muhtadi berharap kedepan para insan perfilman Jambi dapat dikenal oleh masyarakat luas, dan mampu menghasilkan karya-karya yang lebih baik.

“Harapannya mampu bersaing dengan daerah lain. Karena kita juga punya potensi dan bakat yang mumpuni,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Provinsi Jambi ini.

“Melalui film tentu kita bisa juga mempromosikan potensi potensi yang dimiliki Provinsi Jambi. Mulai dari kuliner, kebudayaan, tempat-tempat wisata dan kearifan lokal lainnya,” tambahnya lagi.

Nah, penasaran,? jangan lupa ya mulai tayang tanggal 15 Januari 2019. (bud)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button