HOT NEWSKerinci

Terkait Betrok Sanggaran Agung : Ini Hasil Pertemuan di Rumdis Wabup

64Bentrokpertemuan

KERINCIPemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dan aparat keamanan bergerak cepat untuk menyelesaikan konflik dua desa, Sanggaraan Agung dan Pulau Pandan yang terlibat bentrok berdarah pada Kamis (30/7) malam.

Untuk mengakhiri pertikaian dua desa bertetangga ini, Pemkab Kerinci, bersama Polres Kerinci dan Kodim 0417/Kerinci melakukan pertemuan lanjutan dengan tomas dan aparat desa Sanggaran Agung, Talang Kemulun, dan Pulau Pandan, yang bertempat di Rumdis Wabup Kerinci, Minggu (2/8) tadi malam.

Dalam pertemuan tersebut ada beberapa poin yang telah disepakati kedua belah pihak.

Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin, kepada metrosakti.com melalui telepon selulernya mengatakan, kesepakatan yang diputuskan dalam rapat tersebut yakni, pertama, kedua desa tunduk dengan pernyataan didepan Kapolda Jambi beberapa waktu untuk tidak mengulangi keributan.

Baca juga:  Anita dan Shintia Warga Semurup Kerinci Ditimpa Pohon

Kedua, kepolisian akan mengusut dan menindak para pelaku yang terlibat dalam insiden penembakan dan penganiayaan saat bentrok pada Kamis lalu terjadi.

Ketiga, Pengelolaan Objek Wisata Danau Kerinci akan dilakukan secara adil dan bersama-sama warga Sanggaran Agung dan Pulau Pandan, dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci.

Keempat, Tanah Adat Ulayat di perbatasan kedua desa yang menjadi permasalahan selama ini, distatus guo-kan untuk sementara waktu, hingga ada keputusan dari Pemkab Kerinci.

“Untuk sementara tanah itu tidak boleh digunakan dan dimanfaatkan oleh warga Pulau Pandan maupun Sanggaran Agung. Kita akan kumpulkan data terlebih dahulu mengenai kepemilikan tanah ini, setelah itu akan diputuskan statusnya. Untuk sementara tanah itu kita pasang garis polisi,” sebut Wabup.

Baca juga:  SMA Negeri 6 Kerinci Ukir Rekor Baru Dunia Pendidikan

Kelima, barang siapa yang melawan dan melanggar kesepakatan, atau melakukan dan memancing terjadinya keributan akan ditindak tegas oleh aparat kepolisian.

Keenam, kedua belah pihak berkewajiban menjaga keamanan agar tidak terjadi keributan.

“Poin terakhir, pemerintah kedua desa wajib mengumumkan hasil kesepakatan pertemuan ini kepada warganya masing-masing,” sambung Wabup.

“Kita berharap hasil pertemuan ini menjadi akhir pertikaian kedua desa,” tutupnya. (Iam)

(sumber: metrosakti)

Related Articles

Berikan Komentar Anda :

avatar
  
smilegrinwinkmrgreenneutraltwistedarrowshockunamusedcooleviloopsrazzrollcryeeklolmadsadexclamationquestionideahmmbegwhewchucklesillyenvyshutmouth
  Subscribe  
Notify of
Back to top button

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close