
Bersedekah di Jumat Berkah
Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Komunitas Pola Pertolongan Allah (PPA) bekerjasama dengan Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) secara konsisten menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah’ (KJB) di Sungai Penuh.
Kegiatan ini, yang telah berjalan rutin selama tiga tahun sejak 2022, mengusung konsep unik yaitu makan gratis sambil mengajarkan nilai-nilai sedekah dan berbagi kepada masyarakat.
KJB tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, namun juga menjadi sarana edukasi, khususnya mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua PPA LSI Kerinci – Sungai Penuh, Alek Candra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi spiritual yang mendalam. “Bisa kami katakan, seperti mengetuk pintu langit,” ujar Alek, Jumat (21/11/2025).
Ia juga mengatakan, hal ini merujuk pada keyakinan bahwa aksi berbagi akan mendatangkan keberkahan.
Kegiatan Warung Berkah mampu menyediakan antara 500 hingga 600 porsi makan gratis setiap pekannya, dengan anggaran operasional yang mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per sekali kegiatan.
Uniknya, sumber dana dan logistik kegiatan ini sangat partisipatif, melibatkan hingga 120 donatur yang menyumbang dalam bentuk barang maupun uang seikhlasnya.
Wakil Ketua YAI, Lastri, menjelaskan mekanisme pengumpulan stok makanan yang sekaligus menjadi sarana edukasi bersedekah. “Kami juga hari ini mendapatkan bantuan sayur, nasi, ayam, dan lain-lain. Itulah cara untuk mengumpulkan stok makan gratis tiap Jumat, dan sekaligus mereka langsung menjadi donaturnya,” jelas Lastri.
Konsep ini secara langsung memberdayakan masyarakat untuk terlibat dalam rantai kebaikan.
Selain melayani masyarakat umum, KJB juga memprioritaskan penyaluran bantuan kepada anak yatim. Sebagian makanan diantar langsung ke panti asuhan, sementara sebagian lainnya dipersilakan datang langsung ke lokasi kegiatan untuk mendapatkan porsi makan gratis.
Kegiatan Jumat Berkah yang diinisiasi oleh PPA dan YAI ini menjadi contoh nyata sinergi antara gerakan sosial dan edukasi, memperkuat solidaritas masyarakat di Kerinci dan Sungai Penuh.(Red)





