KerinciSungai Penuh

Membongkar ‘Siasat’ Kelangkaan Susu di Dapur MBG Kerinci-Sungai Penuh

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mulai menuai sorotan tajam. Muncul dugaan kuat adanya praktik manipulasi menu oleh pengelola dapur MBG yang sengaja meniadakan komponen susu demi meraup keuntungan finansial yang lebih besar.

Selama hampir tiga bulan terakhir, komponen susu khusus UHT yang menjadi standar wajib dalam menu MBG dilaporkan raib dari porsi yang diterima siswa di sekolah. Pihak pengelola dapur sebelumnya berdalih bahwa stok susu khusus tersebut mengalami kelangkaan di pasaran.

Namun, alasan tersebut kini dipatahkan oleh temuan di lapangan. Aktivis Kerinci-Sungai Penuh, Yolan, mengungkapkan bahwa bukti-bukti keberadaan stok susu standar MBG justru mulai bermunculan di ruang publik, terutama melalui unggahan media sosial.

Baca juga:  10 Tahun Kiprah Semut Merah

“Informasi yang selama ini mereka sampaikan kepada publik adalah susu khusus untuk makan gratis itu tidak ada. Alasan kelangkaan ini dipakai agar mereka tidak menyertakan susu dalam menu selama kurang lebih tiga bulan,” ujar Yolan saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Yolan menilai, alasan kelangkaan yang diklaim pihak dapur MBG hanyalah tabir untuk menutupi motif ekonomi. Dengan meniadakan susu yang memiliki standar harga dan kualitas tertentu, margin keuntungan yang didapat pengelola dapur otomatis meningkat signifikan.

Dugaan ini kian menguat seiring dengan fakta bahwa susu standar MBG kini terlihat tersedia dan dikonsumsi di tempat lain, yang membuktikan bahwa rantai pasok sebenarnya tidak bermasalah.

Baca juga:  300 Siswa SMA 6 Kerinci Melukis di Museum

“Diduga kuat mereka sengaja tidak mau memakai susu standar MBG karena ingin mengejar keuntungan besar. Ini jelas mencederai tujuan utama program nasional ini,” tegas Yolan.

Persoalan ini tidak akan dibiarkan menguap begitu saja. Mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang dibiayai negara, penyimpangan pada level operasional dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

Yolan menyatakan dalam waktu dekat akan melayangkan laporan resmi kepada perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Provinsi Jambi. Laporan tersebut akan memuat kronologi nihilnya susu dalam menu MBG selama tiga bulan terakhir serta indikasi maladministrasi yang dilakukan oleh pengelola dapur di Kerinci dan Sungai Penuh.

Baca juga:  10 Tahun Kiprah Semut Merah

“Kami akan segera melaporkan fenomena menu MBG tanpa susu ini ke pihak BGN di Jambi. Harus ada evaluasi total dan sanksi tegas bagi pengelola yang bermain-main dengan gizi siswa demi kantong pribadi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG di Kerinci maupun Sungai Penuh belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Namun, desakan agar pihak berwenang melakukan audit investigatif terhadap distribusi anggaran MBG di wilayah tersebut terus menguat. (Iis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button