BJ Rio Temenggung: Satukan tekat untuk wujudkan Sungai Penuh yang beradat dan beradab!
Berita Sungai Penuh, Kerincitime.co.id – Aktifis lingkungan dan kebudayaan/Penerima Anugerah Kebudayaan Tingkat Nasional BJ.Rio Temenggung Tuo asal wilayah adat Depati nan bertujuh Sungai Penuh mengemukakan bahwa sudah saat nya segenap masyarakat di Kota Sungai Penuh khususnya di wilayah adat Depati Nan Bertujuh untuk menyatukan sikap untuk bersatu padu membangun Kota Sungai Penuh menuju kearah kehidupan yang lebih baik, tidak ada gunanya kita bersatu hanya dalam kata kata tapi tidak mewujudkan kesatuan dalam arti yang seluas luasnya.
Hal ini disampaikan BJ Rio Temenggung dalam dialog bersama sejumlah pemuda Kota Sungai Penuh senin 13/4, Kita masyarakat Depati Nan Bertujuh merupakan satu kesatuan yang antara satu dengan yang lain tidak dapat saling dipisah pisahkan, kita memang tidak hidup pada zaman masa lalu, akan tetapi masa lalu itu merupakan cerminan bagi kita untuk menatap masa depan yang lebih baik, sebagai pemerhati budaya mimpi saya adalah Pembangunan di kota Sungai Penuh ini tidak hanya semata mata dititik beratkan pada pembangunan bidang Infrastruktur atau ekonomi saja, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana pemerintah Kota Sungai penuh kedepan juga membangun kembali adat dan kebudayaan daerah kita yang saat ini telah mengalami Distorsi, pemerintah perlu untuk segera mereboisasi kembali nilai nilai kearifan lokal yag selama ini kita miliki untuk diangkat dan ditumbuhkan kembali, dan kita berharap kedepan masyarakat di Kota Sungai Penuh akan menjadi kota yang memegang teguh adat dan lebih beradab
Secara pribadi, terlepas dari pro dan kontra saya berharap agar balon balon kandidat yang saat ini telah bermunculan untuk kembali bersatu, sebagai seorang Negarawan semestinya mau bersifat legowo dan lebih mengedepan naluri akal sehat, jika kita mencinta kota kita ,mari kita melakukan instropeksi dan melakukan evaluasi, seperti kata orang tua tua kita dulu, kita ini jangan ke “aso aso”, dan yang jelas saya masih yakin dan percaya bahwa kita ini masih ” Sahulu –Sahile ayi Bungkal Pandan,Seekor ikan,sehelai daun kayu,artinya ikan belum di tumis,dan daun belum di cabik,artinya masyarakat di daerah ini masih bersatu. (Budi.VJ)