HOT NEWSSungai Penuh

Carut-Marut Seleksi PPS di Sungai Penuh, Integritas Komisoner KPU Dipertanyakan

Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Pasca pengumuman hasil seleksi Pantita Pemungutan Suara (PPS) di Kota Sungai Penuh, berbagai persoalan bermunculan, mulai dari seleksi  PPS yang tidak Profesional, tidak terbuka, sistim keluarga, ada permainan penentuan kelulusan, hingga mempertanyakan integritas penyelenggara yakni 5 Komisioner KPU Sungai Penuh.

Hal ini cukup beralsan, Syafri aktivis di Kerinci merincikan persoalan yang ada di dalam proses seleksi PPS Kota Sungai Penuh, pertama ada yang dinyatakan lulus tapi tidak terdaftar sebagai peserta, kedua ada peserta yang hanya tes wawancara tapi lulus, tidak ada pengumuman hasil atau nilai setiap sesi yakni tes tertulis dan tes wawancara.

Ketiga ada yang tes tertulis nilainya tinggi, kemudian saat tes wawancara jadi anjlok, padahal peserta lain yang ikut wawancara untuk Desa yang sama tidak bisa menjawab soal wawancara.

Keempat “hasil kerjasama” malah banyak yang lulus, padahal tidak ikut tes. Kelima ada peserta yang lulus tapi peserta tersebut integritasnya dipertanyakan, sebab yang bersangkutan adalah anggota PPS di Desa Koto Padang pada Pilwako lalu terjadi Pemilihan Suara Ulang (PSU).

“masih banyak lagi persoalan lainnya, karena itu terlihat sekali permainan dari seleksi PPS tersebut, integritas komisioner KPU Sungai Penuh dipertanyakan dan perlu dievaluasi” ungkapnya.

Baca juga:  Pemilik Akun Instagram “banguntidurtidurlagi” Diamankan Tim Petir Polres Tanjab Barat

Hal ini dibuktikan dari berbagai komentar di akun facebook KPU Sugai Penuh, seperti Kitao Kincai Teruntuk pihak KPU tanpa pakai hormat, bagaimana sistem penentuan kelulusan PPS ini? Yang dapat peringkat 123 tes tertulis banyak yang ngak lulus, yang lulus malah 456.

Apa yang dinilai saat tes wawancara? Padahal pertanyaannya sama palingan mengenai tugas dan wewenang PPS.

“Jangan seenaknya saja nentuin lulus gak lulus, orang daftar pakai biaya. Anda adalah penyelenggara pemilu, seharusnya anda memberikan contoh yg baik kepada masyarakat. Jangan seenaknya saja menggunakan kekuatan orang dalam” ungkapnya.

Reta Ayani juga mengungkapkan hal yang sama, menurutnya di bagi masyarakat integritasnya sudah tidak bagus lagi alias diberi tanda silang merah. Percuma masyarakat memberi masukan, tapi masukan tidak diterima, malah minta bukti yang akurat.

“kalau untuk Koto Padang tidak usah pake bukti yang akurat, soalnya pihak KPU sudah tahu apa apa yang tejadi saat pemilu 2019” ungkapnya.

Baca juga:  Hendra Gandi Diamankan Aparat Polisi Terkait Narkoba

Rita Erlina Yenni Marlina Dodi “betul itu uni ku,,di wkt wawancara kita di minta memahami arti atau isi dr integritas tp mana buktinya ?????”

Berikut sejumlah komentar nitizen;

Yenni Marlina Dodi Integritas sama netralitas sdh tdk d gubris lagi…

Sindra Ediyanto Kpu Kota Sungai Penuh Assalamualaikum…
Sebelumnya kami mohon maaf Pak, kami dalam hal ini memiliki banyak pertanyaan. Yg pertama, tentang gambar yg Bapak kirim ini “hasil kerjama” ini maksudnya apa?
Yang kedua, pertanyaaan kami sama dgn pertanyaan yg dilontarkan oleh saudari Rita Erlina.
Yang ketiga, ada peserta yg mengikuti semua proses seleksi dan hasil seleksi tertulisnya juga di atas nilai rata-rata tetapi pas pengumuman finalnya yg bersangkutan dinyatakan gagal, kenapa? Mohon penjelasaannya Pak, terima kasih

Ilham Putra Assalamualaikum pak komisioner KPU kota sungai penuh di dalam aturan, pembentukan PPS harus orang yg propesional dan berintegritas, di wilayah kecamatan tanah kampung khusus nya desa koto padang, sdh terjadi PSU tentu ini merupakan penilaian atau catatan bagi kinerja PPS nya, tapi kok bisa malah kembaLi terpilih sebagai PPS utk skrng ini yg nama nya pak ARUSSALAM, tlg jelas kan cara penilaian nya pak sehingga bisa terpilih kembali,di mana yg di katakan propesional dan berintegritas,,soal nya dulu kami sama2 sbg PPS , walaupun saya bukan satu desa dg beliau,

Baca juga:  Mensediar : Jangan Terlalu Euforia Sehingga Melemahkan Upaya Pencegahan Covid-19

FenGki Andrita Tlng infonya mngenai hasil kerjasama tersebut..
Karna klu mmng seandainya hasil krja sama tersebut untuk memenuhi kuota knapa d letak kan d uratan pertama atau di no 1,, contoh pada kel. Pasar sungai penuh..
Tlng d jlaskan dgn bukti dari mana mereka bisa masuk dan dpt urutan pertama…
Klu seandainya ada prosedur pengrekrutan dan melalui hasil tes juga tlng d lampirkan juga hasilnya….
Sperti kami yg mengikuti tahapan2 tes…
Yg anehnya pas pngumuman terakhir orgnya muncul….
Alangkah anehnya negeri ini…..

Desta Ittuch Mely mgkn ini seleksi khusus untuk tim keluarga… Mamak jo penakan … Sebaiknya lain kali tidak usah pakai tes langsung saja tunjuk mamak dg penakan kayo yg ado di kpu jadi peserta yg lain tidak merasa begitu kecewa atas integritas yg telah ternodai. (red)

Tags
[nug_data_corona data="indonesia" provinsi="Jambi" style="card"]

Related Articles

Back to top button
>

Dapatkan Berita Update "KERINCI TIME" Terbaru Setiap Harinya

Close
Close