Muara Bulian

Desa Jangga Muarabulian Mulai Sulit Mendapatkan Air Bersih

Desa Jangga Muarabulian Mulai Sulit Mendapatkan Air Bersih
Warga mandi di danau bekas galian batu bara. Foto: Rizki/Jambiseru.com

Kerincitime.co.id, Muarabulian – Kemarau panjang yang melanda wilayah Indonesia, mulai berdampak bagi masyarakat Kabupaten Batanghari terhadap kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini sudah mulai dirasakan oleh masyarkat Dusun 1 RT 01 dan RT 06, Desa Jangga, Kecamatan Bathin XXIV.

“Iya sejak beberapa bulan terakhir kami sudah mulai sulit untuk mendapatkan air bersih dikarenakan sumur-sumur kami sudah mulai kering,” ungkap salah satu warga Desa Jangga, Ariansah, dilansir Jambiseru.com media partner Kerincitime.co.id Senin (23/9/2019).

Saat ini, kata Ariansah, saat ini masyarakat hanya bergantung terhadap air sungai yang ada di desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sungai yang ada saat ini pun tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarkat terhadap air bersih. Karena debit air sungai sudah sedikit dan airnya sudah mulai kotor,” tuturnya.

Dijelaskan Ariansah, untuk kebutuhan air bersih sendiri masyarakat dalam satu hari membutuhkan air bersih sebanyak 80 liter atau paling sedikit 40 liter dalam satu harinya. Sementara untuk, kebutuhan air minum dalam satu harinya masyarakat membutuhkan sekitar 15 liter air.

“Masyarakat di sini kalau untuk kebutuhan air minum ada yang masak sendiri dan ada juga yang membeli dengan harga pergalonnya Rp 5.000,- itu pun lokasi penjualnya jauh dari sini,” tuturnya.

Selain mengharapkan air sungai, lanjut Ariansah, masyarakat disini juga memanfaatkan air danau bekas galian batu bara untuk mandi dan mencuci. Namun, air danau bekas galian batu bara tersebut tidak bisa dikomsumsi untuk air minum.

“Karena air tersebut mengandung belerang dan sangat tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi. Maka dari itu, kami berharap bantuan dari pemerintah kabupaten Batanghari untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat desa kami,” katanya. (Irw)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button