Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Heboh adanya pengerebekan Fardi Amran Kades Kubang Gedang terpilih Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dirumah janda satu anak oleh istrinya sendiri Ely Mustati Selasa malam 6/7/2021 pukul 21.00 wib.
Kejadian ini gemparkan warga, Kades Kubang Gedang terpilih Fardi Amran malah membantah kejadian tersebut.
Menurutnya yang terjadi tidak seperti yang diberitakan, bahkan Ely Mustati juga sudah memberikan bantahan di beberapa media.
Bantahan itu sepertinya berbeda dengan fakta cuitan di akun Facebook Ely Mustati. Dengan mengeluarkan kalimat “maling Ketangkap Dirumah Pelacur”.
Fardi Amran bersikeras membantah adanya pengerebekan dirinya di rumah Aini janda anak satu oleh istrinya.
Diterangkannya bahwa pada malam itu, sekitar pukul 20.45 ia bersama rekannya main domino di rumah Adi Rio (pak Ucok). Selesai sekitar jam 22.15 wib.
Setelah itu ia pergi ke rumah Ketua BPD Irwanto acara tari rentak Kudo. “Saya langsung ke rumah ketua BPD, saya tidak melihat istri saya di situ, saya pikir istri saya sudah ada di rumah ketua BPD” ungkapnya.
Ternyata istrinya mencari Fardi di tempat main domino, karena tidak ada, istrinya ke rumah Santi (ponakan Fardi), lalu Istrinya mencari kerumah Aini yang berjarak 3 rumah dari rumah Santi.
“Santi langsung telpon saya, nanya saya dimana, saya di rumah ketua BPD, cepat kesini Bu Ely (istri kades) ke rumah Aini, kata Santi ke saya lewat telpon” ungkapnya.
Mendengar itu, ia bergegas menuju rumah Aini, ternyata istrinya ada di depan rumah Aini sambil berteriak.
Meliat itu ia melerai istrinya dibantu beberapa warga untuk membawa istrinya pulang.
“Memang istri saya cemburunya tinggi, dan saya tidak ada di rumah Aini waktu itu, memang isu yang berkembang soal hubungan Aini dan saya sudah 4 tahun, tapi itu tidak benar sama sekali, dan lagi kamikan masih keluarga” ungkapnya.
Bukan itu saja, menuriutnya PJS Kepala Desa Reko Saputra, Ketua BPD Irwanto, Ketua Adat Bakhtiar Dpt, Babinsa Edi Widrizal saksi kedua belah pihak yakni Abdul Hakim, Ravi Liyus sudah membuat surat keterangan yang menjelaskan bahwa berita Fardi Amran Kades Kubang Gedang terpilih digerebek tidak benar.
Hal ini diputuskan setelah dilakukan penyelidikan tentang kebenaran berita tersebut.
“Atas nama lembaga adat, BPD, Pemerintahan Desa sudah melakukan penyelidikan, ternyata memang tidak benar informasi pengerebekan tersebut” ungkapnya. (Red)