Berita Kerinci, Kerincitime.co.id – PT. Citra Indo Karya mengaku tidak puas dengan jawaban dari Pokja ULP Keirnci atas sanggahan yang dilakukannya beberapa waktu lalu, ada dua hal mendasar yang pihak PT. Citra Indo Karya persoalkan.
“kami belum puas dengan jawaban pokja ULP Kerinci atas sanggahan yang kami layangkan” ungkap Lahmudin, ST kepada kerincitime.co.id.
Menurutnya pertama mereka memiliki bukti foto ketika PT. Res Karya sedang melalkukan pembuktian yakni pada pukul 16.41 wib, sementara itu pokja ULP menyatakan pada pukul 15.30 PT. Res Karya sudah menandatangani daftar hadir pembuktian kualifikasi. Karena itu pihaknya meminta pihak pokja ULP melampirkan bukti hadir tersebut.
“bukti foto PT. Res Karya sudah lewat waktu yakni pukul 16.41 wib, kata ULP perusahaan tersebut sudah menandatangani daftar hadir jam 15.30 wib, tolong lampirkan bukti daftar hadir tersebut” ungkapnya.
Kedua pihaknya juga belum puas dengan balasan sanggahan dari pihak ULP mengenai sanggahan poin kedua, menurutnya pokja ULP belum menjawab sanggahan tersebut, dimana saat itu terjadi penguluran waktu, sedangkan didalam surat undangan pembuktian kualifikasi kegiatan akan dimulai pukul 80.00 hingga 16.00 wib. Namun baru dimulai pukul 13.00 wib, sedangkan rekanan yang akan melakukan pembuktian kualifikasi lebih dari satu, “kami menilai pokja sengaja mengulur waktu” ungkapnya.
Kemudian, ia mengakui bahwa PT. Citra Indo Karya sudah ada di ULP sejak pukul 08.00 wib, tidak ada satupun pihak ULP, dan baru datang pukul 12.00 wib. “kami sudah datang sejak pagi pukul 08.00 wib, pihak ULP baru ada pukul 12.00 wib” ungkapnya.
Menanggapi hal ini Ketua Pokja ULP Ida mengungkapkan bahwa terkait bukti daftar hadir pihaknya siap melampirkannya, dan itu sudah jelas ada tandatangan peserta tiga perusahaan. “daftar hadir semuanya ditandatangani, bisa kita buktikan, kita sudah melaksnakan sesuai dengan aturan yang ada” ungkapnya.
Kedua katanya untuk persoalan penguluan waktu, sama sekali tidak ada penguluan waktu, salah satu anggota ULP Butet sudah ada di ULP sejak pagi, namun tidak ada satupun perusahaan yang meminta untuk di lakukan pembuktian kualifikasi.
“salah satu anggota kita ada di ULP sejak pagi, tidak ada satupun yang meminta pembuktian kualifikasi, tidak mungkin kami panggil, siapa yang ingin pembuktian kualifikasi?” ungkapnya.
Sementara dirinya saat itu tengah pembuktian kualifikasi kegiatan yang lainnya dan mendampingi pihak kejaksaan, “saya kan ketua, tidak mungkin saya pergi, ada pihak kejaksaan disitu, tidak ada pengunduran waktu sama sekali” ungkapnya.
Bahkan katanya saat selesai pembuktian lainnya dengan pihak kejaksaan, ia langgung ke ULP, “sampai di ULP saya lihat belum dimulai, padahal pokja ada disitu, kenapa belum dimulai?, mengingat waktu, kita langsung mulai pembuktian kualifikasi, saya saja tidak sempat makan, karena tugas yang harus segera dilaksanakan” ungkapnya. (bud/cr1/cr2).