JambiNasional

Efek Pandemi Covid-19 Terhadap Perfilman Indonesia

Kerincitime.co.id, Berita Jakarta – Industri film kini mengalami pukulan keras akibat pandemi Covid-19. Puluhan ribu pekerjanya kesulitan bertahan hidup akibat proses pra hingga pasca produksi film yang terhambat.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah aktor maupun aktris. Titi Kamal pun berinisiatif mengirim surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo mewakili insan perfilman di seluruh negeri.

Ia berharap koordinasi pemerintah dengan kementerian terkait di Kabinet Indonesia Maju dan Satuan Tugas Covid-19 untuk bisa memberikan bantuan berupa paket stimulus, subsidi, serta perlindungan hukum dan kesehatan.

“SURAT UNTUK PRESIDEN. Film Indonesia adalah milik kita semua, yang telah menjadi sahabat di banyak waktu, menjadi perekam banyak pe­ristiwa bangsa untuk bisa kita jadikan renungan di kemudian hari. Membuat kita tertawa, terharu, ter­hibur, bahkan memandang diri kita,” tulis Titi Kamal di laman Instagramnya, dikutip pada Selasa (9/3/2021).

Menurut bintang film Mendadak Dangdut itu, film adalah bagian penting dari Indonesia. Bagi pekerjanya, penontonnya, bagi keseluruhan industri kreatif. Film tidak hanya menyumbangkan kontribusi terhadap perekonomian, tapi juga memberi kekuatan nilai terhadap identitas dan strategi budaya.

”Perfilman Indonesia yang sebelum pandemi sedang menuju puncak kejayaannya, merupakan hasil kerja keras puluhan ribu pekerja industri film. Film Indonesia membawa wajah Indonesia ke penjuru dunia. Film Indonesia bukan saja hiburan, tapi juga penyandang budaya. Kami ingin kembali bisa berkarya, untuk bisa menginspirasi dan membuka mata. Kami memohon dukungan Bapak Presiden Joko Widodo @jokowi. Dan seluruh rakyat Indonesia. #FilmIndonesiaFilmKita,” tuntutnya lugas.

Titi Kamal tak sendiri mengkampanyekan kondisi industri film yang sedang terpuruk, juga ada aktor Giorgi­no Abra­ham, Emir Mahira, Tissa Bia­ni, Sheri­na Munaf dan Marcell Darwin.

Terdapat pula sejumlah asosiasi yang turut serta dalam kampanye ini. Di antara­nya Badan PerfilmanIndonesia (BPI), Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI). (Irw)

Sumber: Fajar.co.id

Show More
Back to top button
>