Gunung Kerinci Gunung Berapi Paling Ramah Di Dunia
Oleh : Budhi VJ Rio Temenggung dan Isrori Septra Wijaya
Jika tidak salah, Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang paling aktif di Dunia, meski tergolong Gunung berapi paling aktif, akan tetapi Gunung Kerinci sejak masa Sejarah hingga saat ini Gunung Kerinci belum pernah Marah, Gunung ini hanya sempat bersin dan batuk batuk kecil,dan Gunung Kerinci merupakan satu satunya Gunung Berapi yang paling sopan/Ramah dan tak pernah marah meski alam Kerinci telah dimekarkan menjadi dua daerah otonum dan telah dipimpin oleh 19 orang Bupati,dan Kota Sungai Penuh yang merupakan adik kandung yang bertetangga di usia yang kelima telah di pimpin 3 orang penjabat Walikota dan 1 Orang Walikota Depenitif.
Gunung Kerinci merupakan Puncak tertinggi di Pulau Sumatera dan Gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia,tingginya mencapai3.805.m.dpl,cekungan kawahnya dari sisi ke sisi berukuran 600 x100 meter dengan daerah lava aktif yang berwarna hijau kekuning kuningan seluas `120×100 meter.Suhu udara di daerah puncak berkisar antara 5 Derajat- 10 Derajat Celcius,bahkan kadang kadang dapat mencapaidi bawah O Derajat C.
Gunung Kerinci merupakan Gunung Api tertinggi di Pulau Sumatera dan paling ramah di Dunia.dipuncak gunung terdapat berbagai Flora Langka, dan salah satu diantaranya puncak gunung ini ditumbuhi bunga”Edhelwies” dan suhu didaerah puncak Gunung berkisar antara 5 derjat- 10 Derjat,bahkan pada waktu waktu tertentu suhu udara di puncak Gunung dapat mencapai di bawah 0 derjat Celcius,
Untuk mencapai puncak Gunung Kerinci dapat ditempuh selama 10-12 Jam Perjalanan dengan terlebih dahulu melewati dan melapor di pos jaga R 10, pihak TNKS telah membenahi kawasan ini dengan melengkapi papan penunjuk jalan dan interprestasi di beberapa titik penting sebagai alat bantu untuk membantu kegiatan pendakian
Dikaki gunung Kerinci merupakan kawasan pertanian holtikultura dan sayur mayor,dan merupakan kawasan hamparan perkebunan the terluas didunia dan tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan the Darjeling di kaki pegunungan Himalaya.