Kerinci

Guru PAUD Dipaksa Teken SPJ Kosong, Kades Plak Naneh Siulak Terancam Dipolisikan

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Merasa dikibuli dan terpaksa teken SPJ kosong oleh Desi Kasmila seorang oknum Kepala Desa Plak Naneh, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, sejumlah Guru Honor di PAUD ancam akan lapor ke pihak penegak hukum.

Selain akan dilaporkan ke Polisi, kuat dugaan sekolah Paud Tunas Harapan di Desa tersebut merupakan lumbung Spj fiktif oknum Kades dan Pengelola Paud yang perlu diusut tuntas BPD dan pihak Inspektorat Kerinci.

Seperti diketahui belakangan ini, berbagai kecurangan serta kisruh di Desa Plak Naneh ramai diperbincangkan dan disorot pihak Media itu, sontak membuat warga setempat menjadi risih atas kelakuan Kades yang diduga banyak main soal anggaran dana desa (ADD).

Baca juga:  Gempar!!! Pria Pesisir Bukit Ditemukan Tewas Gantung Diri Dalam Kamar Mandi

Berhasil dihimpun Sabtu (20/2/21) dari berbagai sumber yang sengaja tidak dicantumkan namanya, menyebutkan bahwa ada anggaran dana desa untuk sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar Rp.25 juta di tahun 2019 dan Rp.46 Juta untuk tahun 2020.

“Memang ada kabar anggaran sekitar Rp.25 juta ditahun 2019 dan tahun 2020 sebesar Rp 46 juta bersumber dari dana desa untuk sekolah PAUD.

“Tapi, Kades Desi Kasmila dan Nelpika selaku Pengelola Paud Tunas Harapan sepertinya sengaja menutup – nutupinya dan transparan dengan warga masyarakat,”beber sumber.

Lanjut sumber, Desi Kasmila dan Nelpika Pengelola Paud Tunas Harapan, bersekongkol menggelapkan dana insentif guru honor kelompok bermain di PAUD Tunas Harapan. Padahal dana insentif itu bersumber dari Dana Desa.

Baca juga:  Diduga Warga Ambai Terlantar di Pahang Malaysia

“Karena belangnya ketahuan, Nelpika Pengelola PAUD Tunas Harapan malah secara sepihak memberhentikan sejumlah guru PAUD.

“Semestinya gaji kami dibayarkan setiap bulan. Tapi semenjak tahun 2020 Desi Kasmila selaku Kepala Desa Plak Naneh dan Nelpika Pengelola Paud tidak pernah memberikan gaji insentif kami.

“Kades membuat SPJ kosong. Kami disuruh untuk menandatangani SPJ itu. Padahal sumber untuk membayar honor kami dari Dana Desa” ungkapnya dilansir dari lintas asia.net.

Buntut dari SPJ kosong yang terpaksa ditandatangani sejumlah guru honor Paud itu, Kades Plak Naneh beserta Pengelola akan dilaporkan ke Polres Kerinci.

Namun disayangkan, hingga berita ini dipublish, Kades Plak Naneh serta pengelola Paud tersebut belum dapat dimintai keterangannya.(red).

Show More
Back to top button
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
>