Uun Lionar Peraih Summa Cumlaude Wisuda UPI
Kerincitime.co.id, Sungai Penuh- Uun Lionar pemuda kelahiran 5 september 1993 berhasil meraih nilai summa coumload dengan Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 4,00.
Putra pertama dari tiga orang bersaudara ini merupakan salah satu yang berhasil mencapai nilai tertingginya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada wisuda Gelombang 3 tahun 2018 pada hari Rabu 10 Oktober 2018 kemarin.
Anak pertama dari pasangan Mardizan (45) ayah dan ibu Ida Elya (40) tahun. Merupakan mahasiswa asal Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.
Pada tahun ini wisudawan/wisudawati berjumlah 4.290 yang terdiri dari Wisuda Diploma, Sarjana, Magister, Doktor tanggal 9-10 Oktober 2018.
Ketika dikonfirmasi Uun menyampaikan rasa sukurnya atas usaha dan kerja keras selama dua tahun belakangan ini.
“Alhamdulillah dapat melewati proses S2 selama 2 tahun pas. Perjuangan selama 2 tahun terbayar dengan IPK yang maksimal. Ini merupakan kehormatan bagi saya, dan apresiasi atas perjuangan selama ini ternyata tidak sia-sia,” katanya, Sabtu, (13/10).
Lulusan Sarjana SI di Universitas Negeri Padang (UNP) ini menyampaikan bahwa hasil ini setelah melewati serangkaian proses yang cukup berat.
“Dapat pemuncak juga melewati proses ketat yang mensyaratkan publikasi ilmiah di konferensi internasional dan jurnal internasional yang bereputasi. Saya telah memenuhi itu dengan ikut serta dalam konferensi di Jepang (2017) dan Malaysia (2018),” jelasnya.
Tidak hanya itu paper juga terbit dibeberapa jurnal ilmiah. ” Paper saya juga telah terbit di beberapa jurnal ilmiah selain artikel populer di media massa, paper juga telah terbit di beberapa jurnal ilmiah selain artikel populer di media massa,”ujarnya.
Saat ditanya setelah hasil ini apa rencana selanjutnya yang akan dilakukan?
“Saya akan mengabdi sebagai dosen. Dan berencana akan melanjutkan S3 di luar negeri yakni disalah satu Universitas di Australia atau Eropa,” akuinya.
Persiapan melanjutkan kuliah di S3 ini katanya lagi, ia harus mempersiapkan kemampuan bahasa dan segala macam tuntutan akademik nanti.
“IPK tinggi bukan segalanya, tapi ini adalah langkah awal bagi saya untuk terus berkarya dan memberi kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar, sesuai bidang keilmuan saya,” ungkapnya.
Terkait kelulusan dengan summa comlaude ini Mardizan ayah kandung Uun mengatakan rasa syukur dan bangga atas prestasi terbaik yang diperoleh putra kesayangannya ini.
“Saya sangat bersyukur dan merasa teharu atas apresiasi ini, lagi-lagi ketika nama anak saya disebutkan oleh pak Rektor sebagai lulusan IPK 4,” jelas Mardizan ketika dihubungi dirumah kediamannya.
Melalui sambungan telpon Uun menyampaikan bahwa usai wisuda tawaran untuknya mulai berdatangan. “Ya, ada beberapa yang menawarkan saya bekerja di kampus. Namun ada juga dari pihak swasta untuk bergabung,” jelasnya.
Lantas bagaimana pilihan anda dengan adanya tawaran tersebut? “Saya SI di UNP dan S2 di UPI dalam hal ini belum bisa saya tentukan sekarang,” tukas Uun Lionar. (adv/Feri)