HOT NEWSKerinci

Jelang Habis Masa Jabatan Adirozal, Tidak Ada WTP, Temuan BPK Luar Biasa

Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Diakhir masa jabatan Bupati Kerinci Adirozal, Pemerintah Kabupaten Kerinci tidak lagi mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI, tapi Pemerintah Bupati dua Periode ini di selimuti miliaran temuan BPK.

Parahnya, Pejabat dan Aparatus Sipil Negara (ASN) pusing pasca keluarnya hasil temuan BPK, kerugian Negara atas temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) sebesar Rp. 15.732.537.382,-.

BPK menemukan dalam realisasi Belanja Pegawai dan Beban Pegawai pada LRA dan LO Tahun 2022 sebesar Rp. 440.597.804.755. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp. 15.732.537.382 merupakan Belanja Tambahan Penghasilan ASN yang belum mendapatkan persetujuan Menteri Dalam Negeri.

Baca juga:  Pejuang Petani di Forum Internasional
Perjalanan Dinas Bodong Rp. 1,3 M

Bukan hanya temuan TPP, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menemukan Beban Perjalanan Dinas Dalam Daerah sebesar Rp. 44.795.948.984,00, di antaranya sebesar Rp1.318.778.371,00 merupakan Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri yang tidak dilaksanakan dan tidak dilengkapi bukti pertanggungjawaban atau bodong.

Permasalahan tersebut terjadi di 45 SKPD dari 46 SKPD yang ada di Pemerintah Kabupaten Kerinci, sehingga Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri dan Beban Perjalanan Dinas Dalam Daerah lebih saji sebesar Rp. 1.318.778.371,00 yang tidak dapat dikoreksi. Atas kedua hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kerinci belum melakukan pemulihan atas hal tersebut.

Temuan tersebut belum termasuk temuan lainnya, seperti temuan di pekerjaan proyek dan lainnya.

Baca juga:  Al Haris Hadiri Pengukuhan Perpanjang Masa Jabatan Kades se-Kabupaten Kerinci

“tim Keuangan Pemerintah Kabupaten Kerinci sepertinya tidak memiliki kemampuan yang baik, sehingga terjadi banyaknya temuan BPK” ungkap Ega Roy Ponseka LSM Perisai Kobra. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button