
Kapolres Kerinci Ditantang Bongkar Mafia Solar yang Diduga Dijual untuk Tambang Emas Illegal
Dugaan Ada Toko Emas Penampung di Sungai Penuh
Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah Jambi kembali menjadi sorotan tajam. Publik kini menantang kapolres kerinci untuk berani membongkar dugaan jaringan mafia PETI dan BBM ilegal yang disebut-sebut telah lama beroperasi secara terang-terangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber berinisial Mr. I, praktik PETI diduga berjalan mulus karena adanya perlindungan sistematis dari oknum tertentu. Dugaan tersebut semakin menguat setelah muncul informasi mengenai aliran emas ilegal yang disebut masuk ke salah satu toko emas ternama di Kota Sungai Penuh.
Emas hasil tambang ilegal itu diduga ditampung lalu dilebur menjadi berbagai bentuk perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung guna menghilangkan jejak asal-usulnya. Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai bukan lagi pelanggaran biasa, melainkan sudah masuk dalam jaringan terstruktur yang melibatkan banyak pihak.
Tak hanya itu, aktivitas PETI juga disebut berkaitan erat dengan dugaan mafia BBM jenis bio solar subsidi. BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat diduga justru digunakan untuk mendukung operasional tambang ilegal demi meraup keuntungan besar.
“Mustahil aktivitas sebesar ini berjalan tanpa ada yang membekingi. Aparat harus berani membuka semuanya secara terang benderang. Jangan hanya pekerja kecil yang ditindak,” ujar salah seorang aktivis di Sungai Penuh.
Masyarakat mendesak Polres Kerinci untuk tidak tutup mata terhadap dugaan praktik ilegal yang dinilai telah merusak lingkungan, mencemari sungai, dan merugikan negara miliaran rupiah. Publik juga meminta aparat menelusuri dugaan aliran emas ilegal ke toko-toko emas yang ada di Kota Sungai Penuh.
Jika aparat penegak hukum serius memberantas PETI, masyarakat menilai langkah pertama yang harus dilakukan adalah memutus rantai distribusi BBM ilegal, menindak penadah emas, serta mengusut siapa saja pihak yang diduga menjadi pelindung di balik aktivitas tersebut.
Saat di konfirmasi Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi tersebut, ia mengaku akan memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan patroli di SPBU.
“Trims infonya. Nanti saya perintahkan jajaran tuk tingkatkan Lagi patroli ke SPBU2. Dan koordinasi ke pihak SPBU terkait stok BBM di kerinci” ungkapnya. (Bal)





