HOT NEWS

Kebakaran, Diduga Akibat Minah Oplosan

Berita SUNGAIPENUH, Kerincitime.co.id – Kebakaran hebat di belakang Mini Market Shabil, tepatnya di RT 7 Lingkungan Renah Surian, Kecamatan Pondok Tinggi siang ini diduga kuat penyebabnya adalah minyak tanah oplosan.

Hal ini diketahui dari cerita sejumlah warga di lokasi kejadian.

Menurut salah satu warga yang menolak disebutkan namanya. Insiden kebakaran ini terjadi sekita pukul 10.15 WIB. Dimana saat itu, seorang pengecer minyak tanah datang ke warung milik Jumaini. Dengan menggunakan sepeda motor, pengecer yang belum diketahui identitasnya itu membawa sekitar 5 derigen minyak tanah ke warung milik Jumaini.

Sesampai di lokasi, si pengecer bermaksud memarkir motor dengan mendorong mundur motornya. Namun karen gang di depan warung milik Jumaini terlalu kecil, motor pengecer jatuh, sehingga minyak tanah di dalam jerigen tersebut tumpah.

Ironinya, minah yang tumpah tersebut mendadak memunculkan api dan menyambar semua minah yang tertumpah. Kebakaran pun tak terhindarkan.

“Kita tidak tau dari mana sumber api, tiba-tiba minyak yang tertumpah itu meledak dan menimbulkan api besar. Api pertama kali membakar warung milik Jumaini,” ujar warga.

Setelah itu, api lalu merembet ke rumah tetangga. Bahkan, kata dia, api juga menjalar di sepanjang got tempat minyak tanah tersebut tertumpah. “Makanya rumah diujung got ini ikut terbakar. Mungkin minah ini oplosan, sehingga apinya menjalar di sepanjang got,” katanya lagi.

Akibat kebakaran ini, 4 rumah ludes, 2 rumah rusak berat, dan 3 rumah lainnya rusak ringan.

Informasi terbaru yang diperoleh di lokasi, empat rumah yang rusak total itu adalah rumah milik Nora Putra dengan jumlah 4 jiwa, kemudian rumah milik Ronal 5 jiwa, ketiga rumah milik Khaidir yang dikontrak oleh Soni bersama istri dan anaknya, keempat, rumah dan juga warung milik Jumaini, 3 jiwa.

Sementara dua rumah rusak berat, yakni rumah milik Zulhadi Naro, 7 jiwa dan Dasril 7 jiwa.

“Iya jumlah rumah yang terbakar dalam insiden ini, 4 rumah rusak total, 2 rusak berat, dan 3 rusak ringan, ditambah 1 pos ronda,” sebut Junaidi, Sekretaris BPBD Kota Sungaipenuh.

Saat ini kata dia, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap korban kebakaran. “Untuk sementara itu data korban, nanti akan kita kroscek ulang, mana tau ada yang keliru,” tukasnya. (Metrosakti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button