Feri Tegaskan Harga Mati Tutup TPA RKE yang Illegal
Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Sebulan tak ada kabar kelanjutan perjuangan Tokoh Masyarakat (Tomas) Kumun Debai Kota Sungai Penuh untuk menutup TPA RKE illegal dibanjri berita tak sedap.
Feri Siswadi dan Tomas dituding memiliki kepentingan politik, pribadi dan kelompok terkait aksi penutupan TPA RKE.
Gerah atas pemberitaan!
Tudingan ini akhirnya dibantah keras oleh Feri Siswadi, bahwa sebagian besar masyarakat Kumun Debai yang peduli dan prihatin dengan status pembuangan sampah illegal di Kawasan Hutan Produksi Renah Kayu Embun.
Hingga saat ini tegas Feri, pihaknya tetap konsisten menolak keberadaan tempat pembuangan sampah illegal oleh Pemkot Sungai Penuh di RKE.
“ini harga mati” tegas Feri.
Lanjutnya, penolakan terhadap tempat pembuangan sampah illegal di RKE yang dilakukan tidak ada unsur politis kepentingan pribadi atau kelompok, ini adalah untuk menghindarkan masyarakat Kumun Debai dan sekitarnya dari dampak negatif pencemaran dan pengrusakan lingkungan oleh kegiatan ‘haram’ menurut undang-undang ini.
Bahan pihaknya menolak negosiasi yang dihubungkan dengan kepentingan perut dan jabatan individu atau kelompok tertentu, dan siap menerima jika telah memenuhi kelayakan persyaratan sesuai ketentuan Undang-undang.
Ia juga menjelaskan bahwa menolak keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain selain dari kepentingan menghindarkan masyarakat Kumun Debai dan sekitarnya dari dampak negatif dan bahaya kegiatan Pembuangan Sampah illegal ini.
Bahkan kata Feri, dalam melakukan aksi penolakan tersebut tidak hanya aksi penutupan tapi juga melakukan upaya hukum atas dugaan pengrusakan lingkungan dan pencemaran yang dilakukan atas kegiatan illegal tersebut.
“Aksi penutupan kembali akan kami laksanakan dengan persiapan yang lebih matang” ungkapnya. (red)