
Pengamat: Jangan Bangun Narasi Konflik Monadi-Murison, Fakta Lapangan Justru Tunjukkan Kekompakan
JAMBI — Isu mengenai hubungan Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si. dan Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si. yang disebut kurang harmonis dinilai perlu disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan perbedaan agenda maupun aktivitas keduanya.
Pakar politik dan ilmu pemerintahan Universitas Jambi, Citra Darminto, S.IP, M.MP, menilai perbedaan agenda Bupati dan Wakil Bupati bukanlah indikator adanya keretakan hubungan.
“Bupati dan Wakil Bupati memiliki tugas serta agenda masing-masing. Tidak semua kegiatan harus dihadiri bersama. Yang paling penting adalah pemerintahan berjalan, pembangunan terlaksana dan kepentingan masyarakat menjadi prioritas,” ujar Citra.
Menurutnya, kondisi riil di lapangan justru menunjukkan pemerintahan Monadi-Murison terus berupaya menjalankan pembangunan secara merata di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional.
Pembangunan, kata dia, harus dilihat secara menyeluruh, baik untuk Kerinci bagian mudik, tengah maupun hilir.
“Jangan karena Bupati berada di satu wilayah dan Wakil Bupati berada di wilayah lainnya kemudian langsung disimpulkan sebagai konflik. Justru pembagian agenda memungkinkan pemerintah menjangkau masyarakat lebih luas,” katanya.
Waspadai Propaganda dan Opini yang Tidak Berdasar
Citra juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh propaganda atau isu yang sengaja membangun kesan seolah-olah hubungan Bupati dan Wakil Bupati tidak harmonis.
“Banyak dinamika pemerintahan yang tidak diketahui publik. Karena itu, jangan langsung percaya pada narasi yang menggambarkan seolah-olah Bupati dan Wakil Bupati sedang bermasalah, sementara pihak yang menyampaikan narasi tersebut belum tentu mengetahui kondisi sebenarnya,” tegasnya.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap penting, tetapi harus berdasarkan fakta, data dan kepentingan masyarakat.
“Kalau memang ada persoalan, sampaikan berdasarkan fakta dan mekanisme yang benar. Jangan membangun opini yang justru dapat memecah masyarakat,” ujarnya.
Monadi-Murison Punya Modal Politik Kuat
Dari sisi politik, Citra melihat pasangan Monadi-Murison memiliki modal elektoral yang sangat kuat. Dalam Pilkada Kerinci 2024, pasangan ini memperoleh 72.130 suara atau 47,07 persen suara sah, sekaligus menjadi pasangan dengan perolehan suara tertinggi.
“Kalau masyarakat melihat kinerja mereka positif dan hubungan keduanya tetap solid, secara politik peluang keberlanjutan kepemimpinan tentu terbuka. Tetapi soal dua periode tetap merupakan dinamika politik dan belum menjadi keputusan,” katanya.
Ia menilai, kuatnya dukungan politik tersebut juga membuat berbagai narasi mengenai hubungan keduanya perlu dilihat secara kritis.
“Kalau ada pihak yang tidak menginginkan keberlanjutan pasangan ini, dinamika politik seperti itu sangat mungkin terjadi. Tetapi kita tidak boleh menuduh pihak tertentu tanpa bukti. Yang harus diwaspadai adalah opini yang tidak berdasar kemudian dipercaya sebagai fakta,” tegasnya.
Masyarakat Jangan Terprovokasi
Citra menegaskan, hubungan baik Monadi dan Murison bukan sesuatu yang baru. Sejak proses pencalonan Pilkada 2024, keduanya telah melewati berbagai dinamika politik hingga akhirnya memperoleh mandat masyarakat Kerinci.
“Yang harus dilihat masyarakat adalah hasil kerja. Apakah pelayanan berjalan, pembangunan bergerak dan kebutuhan masyarakat dari mudik, tengah hingga hilir diperhatikan. Itu ukuran yang sebenarnya,” katanya.
Ia menyayangkan apabila dinamika politik justru digunakan untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.
“Jangan sampai masyarakat yang tidak mengetahui persoalan sebenarnya menjadi terprovokasi. Kerinci ini milik bersama. Kepentingan pembangunan jangan dikorbankan oleh kepentingan politik jangka pendek,” pungkasnya.
Menurut Citra Darminto, S.IP., M.MP, penilaian terhadap Monadi-Murison seharusnya dikembalikan kepada fakta di lapangan: sejauh mana pemerintahan berjalan, pembangunan merata dan masyarakat merasakan manfaat dari kepemimpinan keduanya.





