Dewan Minta Monumen Jenderal H.A.Thalib Dihargai
Berita Sungai Penuh, Kerincitime.co.id – Ketua Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kota Sungai Penuh cq SKPD Terkait yang tidak peduli dengan nasib Monumen /patung setengah dada Mayor Jenderal,H.A.Thalib yang berada di kawasan pasar kuliner depan Kincai Plaza, minimnya perhatian Pemerintah Kota menunjukkan tingkat kepedulian mereka terhadap pejuang/pahlawan masih sangat rendah
Hal ini disampaikan Hardizal,S.Sos,MH Ketua komisi III DPRD Kota Sungai penuh dalam wawancara singkatnya dengan wartawan media ini Jum’at 1/5. Secara pribadi dan sebagai wakil rakyat saya merasa sangat kecewa dan prihatin melihat monumen Jenderal H.A.Thalib yang dibiarkan tak terurus dan ditutupi oleh kedai kedai kuliner,bahkab di lokasi Monumen /patung tersebut di penuhi oleh sampah sampah dan kotoran
Saya minta agar Saudara H.Asafri Jaya Bakri,MA Wali Kota Sungai Penuh untuk segera memerintahkan SKPD terakhir untuk merawat kembali Monumen Jenderal.H.A.Thalib ,Meski Monumen itu benda mati,namun kehadiran monumen itu mengandung nilai nilai dan pesan moral yang patut untuk dikenang dan diingat oleh generasi muda “Kata Hardizal”
Saya minta agar Wali Kota Sungai Penuh atau SKPD terkait untuk menertibkan para pedagang Kuliner yang telah menutupi monumen Mayjen.H.A.Thalib, Almarhum Jenderal.H.A.Thalib bukan hanya milik masyarakat kota Sungai Penuh saja, beliau adalah pejuang Bangsa yang raganya telag di makamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Di Kalibata Jakarta”Ujar Hardizal”
Untuk di camkan bahwa Mayjen H.A.Thalib adalah Putra terbaik dari Ngabi Teh Satiobawa yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Depati Nan Bertujuh, beliau adalah pejuang Nasional, Jenderal Pertama yang lahir Propinsi Jambi, beliau seorang Prajurit TNI yang pernah menjabat atase Militer dan pernah d ipercaya menjadi Duta Besar berkuasa penuh untuk Malaysia”Imbuh Hardizal,MH)
Ditempat terpisah Drs.Jonni Mardizal Pejabat teras di Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia ketika di hubungi via telepon seluler kemaren mengemukakan Bahwa Jenderal H.A.Thalib adalah pejuang sejati yang lahir di Dusun Sungai Penuh,beliau telah mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan dan mempertahankan Tanah Air dari penjajahanan ,Beliau adalah Jenderal pertama yang lahir dari rahim ranouh alam kincai
Menurut Tokoh dan Pengurus MPK –Indonesia itu Jenderal H.A.Thalib merupakan satu satunya putra terbaik alam Kerinci yang pernah diangkat Presiden RI menjadi Duta Besar Negara sahabat, putra terbaik itu adalah Mayor Jenderal H. A. Thalib, Sebelum diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia tahun 1968, situasi pelik politik Indonesia, khususnya dalam masalah hubungan Diplomatik Indonesia-Malaysia, selama lebih kurang lima tahun ( 1963-1968 ) hubungan Diplomatik antara Indonesia – Malaysia terputus akibat Konfrontasi (sengketa) politik antara kedua Negara bertetangga itu
Senada dengan Jonni Mardizal, Pemerhati Budaya suku Kerinci/Penerima Anugerah Kebudayaan Tingkat Nasional Bj Rio Temenggung mengungkapkan bawa Konfrontasi dengan berdampak buruk bagi Indonesia,Indonesia kehilangan simpati dimata jutaan orang Malaysia yang kebanyakan adalah suku Melayu yang serumpun dengan bangsa Indonesia,untuk memulihkan hubungan kedua negara bertetangga itu, pihak Malaysia mengharapkan agar Duta Besar Republik Indonesia pertama pasca –konfrontasi hendaknya dari kalangan suku yang secara psikologisnya memiliki kedekatan dengan penduduk Malaysia,khususnya dari Pulau Sumatera.Menteri Luar Negeri saat itu H. Adam Malik memiliki pandangan yang sama dengan Malaysia, akan tetapi saat itu Menteri Luar Negeri RI H. Adam Malik belum tahu siapa tokoh dari Sumatera yang lebih tepat untuk diangkat menjadi Duta Besar Negara Republik Indonesia pertama Pasca Konfrontasi untuk diangkat menjadi Duta Besar RI di Malaysia.
Catatan sejarah menyebutkan pula bahwa pada saat itu melalui pemikiran dan pertimbangan yang matang,, Menteri Luar Negeri H.Adam Malik bertanya kepada Alamsyah Ratu Prawira Negara yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran, Menteri Kemakmuran berikutnya bertanya kepada Buya HAMKA, seorang tokoh kharismatik dan Ulama Besar dari Minangkabau,Buya HAMKA tokoh yang di cintai dan segani umat itu menjawab Jenderal.H.A.Thalib paling cocok, dan Menteri Kemakmuran yang juga banyak tahu perjuangan dan sepak terjang Jenderal H.A.Thalib mengiyakan dan menyatakan setuju
Dan Menteri Luar Negeri H. Adam Malik yang mendapat jawaban dari Jenderal Alamsyah Ratu Perwira Negara juga menyetujui. ketiga tokoh tokoh nasional saat itu sependapat bahwa Jenderal H.A.Thalib lebih cocok dengan “ Selera “ Malaysia. Jenderal H.A.Thalib putra Pulau Sumatera asal suku Kerinci Propinsi Jambi yang berasal dari Dusun Sungai Penuh Kota Sungai Penuh merupakan tokoh yang disegani sejak masa perjuangan dan pernah menjadi Atase Militer untuk India dan Burna di New Delhi ( 1954 – 1958 ),
Kamis 11 April 1968 Putra terbaik Indonesia asal suku Kerinci Propinsi Jambi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Suharto di Istana Negara Jakarta- sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Malaysia , bersama Jenderal.H.A.Thalib saat itu Presiden RI juga melantik Sudjatmoko sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Dalam Konferensi pers pertamanya setelah dilantik menjadi Duta Besar RI di Malaysia,Jenderal H.A.Thalib menyatakan ”Bahwa tugas utamanya sebagai Duta Besar RI di Malaysia ialah memulihkan hubungan antara kedua negara yang berasal dari bangsa serumpun itu dengan sebaik baiknya.Diharapkan dalam waktu singkat hubungan baik kedua bangsa serumpun itu segera dapat di wujudkan sehingga kembali hidup rukun dan damai,cinta mencintai.Hal yang demikian tentu hanya dapat dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan jujur tanpa pura pura atau penuh kepentingan idiologi kelompok sebagaimana praktek praktek di zaman Orde lama yang menyebabkan renggangnya hubungan kedua Negara.
Sikap ramah dan bersahabat yang ditunjukkan Jenderal.H.A.Thalib kepada masyarakat dan pemerintah Malaysia telah menghangatkan kembali hubungan baik antara kedua negara,hubungan itu semakin membaik lagi setelah kunjungan muhibbah Presiden Suharto dan rombongan ke Malaysia tahun 1970, sebagai kunjungan balasan atas kedatangan Perdana Mentri Tengku Abdul Rahman tahun 1968, dengan kunjungan kedua pemimpin dari bangsa serumpun dan berkat hubungan diplomatik yang harmonis yang dilakukan oleh Jenderal.H.A.Thalib, tanpa saluran resmi perjanjian Internasional ’Pintu hati “ kedua bangsa serumpun terbuka semakin lebar,tidak ada lagi prasangka-prasangka,yang ada hanya bagaimana mengukuhkan tali yang telah ada berabad abad terjalin melalui hubungan ras yaitu ras Melayu.
Ketika masa jabatan Jenderal.H.A.Thalib berakhir, masyarakat Malaysia banyak yang sedih, bahkan pemerintah Malaysia minta agar masa kerja Jenderal. H.A.Thalib di perpanjang satu tahun lagi,tetapi saat itu tidak dikabulkan oleh Jakarta,saat melepaskan keberangkatan H.A.Thalib ke Indonesia, banyak warga Malaysia yang menunggu disepanjang jalan hanya unyuk sekedar bersalaman sebagai tanda hormat terhadap jasa dan pengabdian tulus yang dipersembahkan oleh Jenderal.H.A.Thalib
Sebagai Duta Besar Jenderal.H.A.Thalib telah behasil menjalin dan meningkatkan kembali hubungan baik antara Indonesia dengan Malaysia, ia juga telah berhasil menyatukan rumpun Melayu yang terpecah akibat konfrontasi pada masa berkuasanya ORLA. dan sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah Malaysia terhadap jasa dan pengabdian Jenderal H.A.Thalib diangkat sebagai warga kehormatan dengan gelar ” Tan Sri” sebuah gelar kehormatan Kenegaraan Malaysia dan istri beliau Nurdjanah juga mendapat Gelar “Puan Sri”.Penobatan dilakukan di Istana Negara Kerajaan Malaysia pada bulan Juli 1972, dan dari negara bahagian Pahang, Jenderal.H.A.Thalib dan istrinya juga mendapat kehormatan yakni’Datuk” dan “Datin”.
Keberhasilan,kebersahajaan dan sikap Jenderal H.A,Thalib tidak hanya membanggakan bangsa indonesia,lebih dari itu orang suku Kerinci yang berada di Malaysia pada saat itu semakin percaya diri dan ternyata antara suku Melayu Kerinci merupakan suku bangsa serumpun,sampai saat ini secara umum hubungan baik antara orang Kerinci (TKI) Mahasiswa Kerinci dan dengan sesama keturunan suku Kerinci di Malaysia telah terjalin hubungan yang harmonis,’ Orang Kerinci di Malaysia dapat hidup rukun,sangat jarang terjadi hal hal yang tidak mengenakkan bagi orang suku Kerinci yang ada di Malaysia, orang Kerinci itu tipe pekerja keras dan memiliki solidariitas yang tinggi terhadap sesama keturunan suku Kerinci.
Sementara itu Adi Putra Siaga,S.Pd Presedium Aliansi Rakyat Kerinci Bersatu(ARKEB) dan Ketua DPW Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia-Propinsi Jambi ketika di minta pendapatnya via telepon seluler malam tadi 2/ 5 mengemukan bahwa Pemerintah Kota Sungai penuh di nilai gagal memfasilitasi para PKL, buktinya Monumen Jenderal.H.A.Thalib tidak terurus,semestinya Pemerintah kota Sungai Penuh memfasilitasi PKL dan menyediakan tempat yang layak bagi PKL , sehingg Munomen Jenderal.H.A.Thalib tidak dibiarkan terlantar alias tidak di lecehkan.(Budhi.VJ)