Sungai Penuh Penuh Kota Budaya, Suluh Bindang Alam Kerinci
Oleh: Budhi VJ Rio Temenggung dan Martono
Kota Sungai Penuh sejak Kolonial Belanda dan Jepang bercokol di alam Kerinci hingga akhir Juli 2008,merupakan ibu kota Kabupaten Kerinci,pusat Pemerintahan,pusat Pendidikan, Perdagangan dan Jasa serta menjadi barometer bagi kecamatan kecamatan lain yang ada di Kabupaten Kerinci,dan dimasa penjajahan Belanda dan Jepang Sungai Penuh merupakan pusat Pemerintahan dan pusat perdagangan,semua hasil pertanian dan perekebunan kecuali Teh di kumpulkan di Sungai Penuh dan selanjutnya di kirim ke Pelabuhan laut di Padang
Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008 ( Lembaran Negara RI Nomor 08, tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4871 ) terbentuklah Kota Sungai Penuh yang merupakan hasil pemekaran dari K abupaten Kerinci ( Kabupaten Induk).pesta Pertumbuhan Sungai Penuh sebagai ibu kota Kabupaten Kerinci saat itu dinilai cukup pesat, sehingga banyak kalangan yang menilai Kecamatan Sungai Penuh saat itu sudah tidak efektif lagi bila hanya dikelola oleh Pemerintah Kecamatan.melalui kajian dan penilaian melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) program Pasca Sarjana Magister administrasi daerah yang dipimpin oleh Prof. DR. Sadu Wasustiono,MS,beliau juga merupakan salah seorang anggota tim penyusun PP No 129 Tahun 2000 yang memuat persyaratan dan kriteria pemekaran,penghapusan dan penggabungan daerah. hasil kajian ini melengkapi pengajuan usulan sesuai dengan mekanisme proses per Undang- undangan yang secara kronologis administratif tertuang dalam penjelasan UU RI no 25 Tahun 2008 Tentang Pembentukkan Kota Sungai Penuh.
Undang-undang pembentukan Kota Sungai Penuh di undangkan tanggal 21 Juli 2008, tetapi peresmiannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Mardianto tanggal 08 November 2008 atas nama Presiden Republik Indonesia, dan saat itu Menteri Dalam Negeri melantik Drs. Masril Muhamad .MBA sebagai Penjabat Walikota Sungai Penuh.
Melalui proses pesta Demokrasi pasangan Prof.Dr.H.Asafri Jaya Bakri,MA dan Ardinal Salim,SE teradi Walikota dan Wakil Walikota Depenitif pertama pasca pemekaran Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh depenitif dilaksanakan hari Sabtu,25 Juni 2011 oleh Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus,MM di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Mantan Bupati Kerinci,Para Bupati tetangga dalam Propinsi Jambi dan Bupati/Walikota Propinsi Tetangga.
Wali Kota Sungai Penuh Prof.Dr.H.Assafri Jaya Bakri,MA kepada mengemukakan, kedepan Pemerintah Kota Sungai Penuh yang baru berumur masih sangat muda secara bertahap akan melakukan pembenahan dan perbaikkan untuk mempercepat program percepatan pembangunan kota Sungai Penuh, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan untuk menciptakan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa
Walikota Sungai Penuh Prof.Dr.H.Asafri Jaya Bakri,MA dan Wakil Walikota Sungai Penuh Ardinal Salim,SE mengemukakan, Visi Pemerintahan untuk 5 tahun kedepan adalah menjadikan Kota Sungai Penuh Mandiri.Maju,dan terdepan dalam Pendidikan(Kota Sungai Penuh MAPAN 2016).Untuk mewujudkan Visi tersebut ada 7(Tujuh) Misi yang akan dilakukan dan ingin dicapai yaitu:
1.Menciptakan tata kelola pemerintah yang baik
2.Meningkatkan pendidikan berkualitas dan berbasis IMTAQ dan IPTEK
3.Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana daerah yang berkeadilan
4.Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis ekonomi kerakyatan
5.Meningkatkan kwalitas pelayanan kesehatan masyarakat
6.Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis,berakhlak mulia dan berbudaya
7.Pengelolaan potensi daerah,tata ruang dan lingkungan hidup.
Untuk mewujudkan dan mencapai Visi dan Misi menjadikan Kota Sungai Penuh MAPAN 2016, pemerintah kota tidak akan mampu berjalan sendiri, untuk itu peran serta masyarakat luas , tokoh tokoh adat,ulama,cendekiawan termasuk masyarakat Kota Sungai Penuh diperantauan sangat diperlukan
Memasuki tahun ke enam Usia Pemerintahan Kota Sungai Penuh, Prof.Dr.Asafri Jaya Bakri,MA dalam wawancara khusus dengan Budhi VJ Rio Temenggung menghimbau agar segenap lapisan masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersatu bahu membahu dalam menata dan membangun Kota Sungai Penuh, setiap perbedaan yang mungkin pernah ada merupakan sarana untuk melakukan restropeksi dan instropeksi, Pembangunan berkelanjutan akan berjalan sesuai dengan harapan manakala kita saling menghargai dalam menyikapi setiap perbedaan.
Adalah tugas kita semua untuk memajukan Kota Sungai Penuh, Peran Ulama,Tokoh adat,Budayawan,Seniman dan masyarakat luas merupakan modal dasar bagi kita untuk mewujudkan cita cita pembentukan Pemerintahan Kota Sungai Penuh”Kata Prof.Dr.AJB”.