Pidato Fikar Azmi Bikin Geram Netizen
kerincitime.co.id – berita sungai penuh, acara bimtek desa se kota sungai penuh yang di laksanakan di yogyakarta beberapa hari lalu menjadi viral.
viralnya acara ,bukan karena visi dan misi dari acara tersebut, melainkan pidato ketua dpr kota sungai penuh fikar azmi .
dalam pidato ketua dpr kota sungai penuh, mengatakan “Saya singkat saja Karena pasti kita semua disini Sebenarnya hanya rangka kita diruangan ini tapi jiwa kita sudah ada di tempat tempat wisata
( Tepuk tangan)
Sabar…kita ikuti dulu acara ini
Jadi Kamipun seperti itu bapak bapak.. di DPRD pun juga seperti itu sebenarnya
Kalau Bimtek pasti raganya aja di ruangan (ungkap fikar azmi dalam pidato bimtek 10/07/2018 yogyakarta).
dari pidato tersebut memancing stigma negatif di kalangan masyarakat dan toko-toko kota sungai penuh. bagaimana pun dana untuk mengadakan biaya bimtek tersebut menggunakan uang negara yang cukup besar.
Dej toko muda sungai penuh di akun media sosialnya “2 tahun anggaran 2018-2020 akan banyak dipakai utk bawa orang jalan jalan. jadi kita jangan berharap banyak untuk anggaran pembangunan. akan banyak bimtek bimtek yang mungkin untuk FOTO PRAWEDDING atau sebagainya. hakekatnya bimtek itu utk menggali informasi yg akan diaplikasikan didaerah kita. bukan hanya RAGANYA diruang seminar lalu jiwanya atau pikirannya berwisata. kalau kita bicara memaksimalkan anggaran desa dengan jumlah berapapun dan bimtek kemanapun tdk akan maksimal kalau kita bicara hanya LIPS SERVICE SAJA. persoalan umum dana desa adalah banyaknya penyimpangan penggunaan direpublik ini. oleh karena itu para pemimpin daerah harus menghimbau kearah sana yaitu bagaimana MEMAKSIMALKAN ANGGARAN DESA AGAR BISA MENGHASILKAN UTK DESA. jadi anggaran yg diberikan itu bisa berkembang dan dipergunakan utk pengembangan desa sepenuhnya dan jangan DISELEWENGKAN… itulah himbauan yg seharusnya disampaikan oleh walikota atau ketua DPRD kota sungai penuh. bukan sekedar kalimat kalimat menyenangkan dan menghibur saja dan setelah pulang dari bimtek tdk ada yg bisa diaplikasikan kedaerah. kalau diperhatikan bimtek camat dan kepala desa beserta kades ini sepertinya lebih kepada ngajak jalan jalan saja. namun sayangnya memakai anggaran negara. jadi harus jelas pertanggung jawabannya. jadi FPPWD7 akan memantau hasil bimtek tersebut pda tataran aplikasinya apakah benar benar diterapkan atau hanya benar benar membuktikan ngajak jalan jalan? Semoga saja ada wisata seperti di umbul Ponggok Klaten dikota sungai penuh. dan semoga kepala desa beserta ibu pkk bisa mensejahterakan masyarakat didesanya. dengan cara menggunakan anggran desa utk ekonomi kreatif dan berorientasikan profit utk desa bukan pribadi sehingga bisa seperti tempt wisata di umbul ponggok. semoga saja ketua dprd dan walikota bisa mengajak agar seluruh perangkat desanya utk tdk korup didalam pengelolaan anggaran desa. krn kunci mensejahterakan rakyat itu adalah mendahulukan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi. MARI KITA AWASI ANGARAN ANGGARAN BIMTEK YG SUDAH DIPOSTING DALAM APBD SEHINGGA DIMANFAATKAN BENAR BENAR UTK MENYERAP ILMU DINEGERI ORANG DAN DIIMPLEMENTASIKAN DI KOTA SUNGAI PENUH…. salam sadar. cetus dej
Sedih kalau d ceritain mah sedih . Kebetulan saya Ketua Bumdes. Dan dalam Undangan nya yang sekarang sedang berlangsung di BIMTEK Â Yogyakarta seharus nya Ketua Ketua BUMDES juga ikut. Kenyataan nya boro2 di ajak .banyak Bumdes yg tdk tahu tahu sama sekali informasi krena memang gak d kasih tahu. informasi nya perjalanan dinas nya cukup besar dan wah juga. Padahal BUMDES d kota sungai penuh lagi bergeliat dan semangat-semangat nya membangun. dan banyak desa yang berada di kota sungai penuh tidak diikutsertakan. di tanah kamping ada 13 desa, semuanya tidak di ikut sertakan, bahkan didesa desa lain juga banyak yang tidak diikutsertakan dalam bimtek yang sedang berlangsung. ungkap salah seorang netizen yang namanya enggan disebutkan.
sampai berita ini di turunkan ketua dpr kota sungai penuh fikar azmi tidak dapat di hubungi melalui telpon seluler  “panggilan sibuk” (ang)