HOT NEWS

Banjir Landa Kota Sungai Penuh, Ribuan Hektar Sawah Berubah Menjadi Danau

Berita Sungai Penuh, Kerincitime.co.id -Hujan yang cukup deras Jum’at sore hingga malam hari membuat sejumlah Daerah Aliran Sungai yang melintasi Kota Sungai Penuh meluap dan menggenangi lebih seribu hektar sawah rakat dan lebih seribu rumah di Kecamatan Hamparan Besar Tanah Rawang dan Kecamatan Tanah Kampung, sementara itu ratusan Hektar sawah sawah rakyat yang terendam banjir dan membentuk danau danau mini.

Pantauan Wartawan media ini Sabtu Pagi 5/12 air mulai surut hingga ke bibir tebing, sedangkan malam tadi air Sungai Batang Merao melimpah hingga ke jalan raya setinggi lulut orang dewasa, dan air Sungai mengalir dan menggenangi rumah rumah dan halaman rumah masyarakat.

Pagi tadi Sejumlah Fasilitas Umum seperti SMA.Negeri 5 dan sejumlah Sekolah Dasar di Kawasan Kecamatan Hamparan Rawang masih terendam air hingga menggenangi seluruh halaman sekolah dan sebagian ruang belajar, para Siswa yang kebetulan akan mengambil nomor ujian terpaksa harus berbasah basah ria karena sekolah mereka terendam air.

Berbagai tokoh masyarakat mengkhawatirkan, jika hujan masih tetap turun dalam 2-3 hari ini di khawatirkan banjir kembali akan terjadi, untuk itu masyarakat berharap agar Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Alam Kota Sungai Penuh untuk segera membantu masyarakat dalam mengatasi banjir, paling tidak mengirimkan karung karung berisi pasir untuk menahan luapan air terutama di titik lokasi yang pemukiman penduduk yang rendah dan rentan akan genangan air banjir

Informasi yang diperoleh dari masyarakkat Hamparan Rawang pada hari Sabtu 5/12 pukul 00.30 dinihari Calon Wali Kota Sungai Penuh H.Nuzran Joher,M.Si bersama sejumlah tokoh tokoh masyarakat mengunjungi lansung desa desa yang dilanda Banjir, diantara desa yang di kunjungi ialah Tiga Desa Tanjung, Desa Koto Dian, Desa Kampung diilir dan desa Dusun Diilir.

Afrizal Warga Bungo Tanjung ketika di hubungi jam 11.tadi mengaku hingga saat ini belum tampak tanda tanda adanya upaya tanggap darurat dari pihak Pemerintah Kota atau BPBD Kota Sungai Penuh, kita khawatir jika hujan masih tetap turun lagi masyarakat Khawatir rumah mereka akan terendam lebih parah, dan saat ini areal persawahan rakyat di 3 Desa Tanjung sudah berubah bentuk menjadi danau yang menenggelamkan ratusan bahkan ribuan Hektar Sawah rakyat

Siang tadi sekitar pukul 12.00 Wib Wartawan Media ini melihat sejumlah Kenderaan BPBD Kota Sungai Penuh dan Kenderaan Dinas Pejabat teras Kota Sungai Penuh membawa sejumlah bantuan untuk masyarakat, namun hingga berita ini di turunkan belum diperoleh keterangan lebih lanjut tentang bantuan yang diberikan dan arah sasaran bantuan di berikan

Berbagai kalangan tokoh masyarakat sangat menyayangkan sikap kurang tanggap dari pihak BPBD Kota Sungai Penuh dan aparat terkait, semestinya mereka jauh jauhari telah melakukan antisipasi.

Pantauan Wartawan Media ini dilapangan dari siang hingga sore tadi sejumlah Fasilitas Umum seperti Lembaga Pendidikan termasuk ruas jalan Pancasila- hingga ujung Jembatan Kerinduan hingga sore tadi masih terendam air setinggi lutut, ratusan hektar sawah rakyat di kiri kanan jembatan kerinduan direndam air .

DI Kawasan 3 Desa Tanjung ratusan ternak Sapi terlihat di ungsikan oleh pemeliknya di sekitar pemukiman masyarakat,”Mudah mudahan Malam ini atau malam besok hujan tidak turun lagi, kalau saja hujan masih tetap turun malam ini kami khawatir kondisi akan semakin parah, untuk itu kami mengharapkan agar Pemerintah Kota Sungai Penuh dan BPBD Kota Sungai Penuh bersiap siaga dan segera menurunkan Tim Reaksi Cepat dan Tagana termasuk mengirimkan karung karung berisi pasir/ tanah sebagai penahan derasnya air yang memasuki pemukiman masyarakat”Ujar Afrizal”

Sejumlah masyarakat Pondok Tinggi dan Pasar Sungai Penuh yang di hubungi sore tadi di lokasi Jembatan Kerinduan menyebutkan, salah satu penyebab meluapnya air di kawasan Jembatan Kerinduan hingga kawasan AMIK depan Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh karena saluran drainase yang buruk, meski telah di lakukan berkali kali perbaikan namun tidak merubah keadaan, pekerjaan Drainase ini dilakukan tidak oleh orang yang profesional.

Kondisi yang sama juga terjadi di ruas jalan Simpang Limo dan ruas jalan di kawasan Kantor Camat Pesisir Bukit hingga simpang lokasi Campus STAIN di Sungai Liuk, sebagian sepeda motor terpaksa memanfaatkan trotoar untuk melewati jalan itu, sebuah tumpukan tanah terlihat memperparah kondisi jalan yang digenangi oleh air.

Semantara itu salah seorang Tokoh Masyarakat Kota Sungai Penuh yang keberatan disebutkan namanya kepada wartawan media ini tadi malam mengatakan, Kondisi daerah Hamparan Rawang dan Sebagian Tanah Kampung sangat rentan dengan banjir, sampai dunia ini kiamat banjir dipastikan tidak dapat di elak sepanjang muara Danau Kerinci tempat masuknya air Sungai Batang Merao,Batang Bungal ,Batang Sangkir tidak di keruk.

Di kawasan perbatasan Kota Sungai Penuh dengan Kerinci Daerah Aliran Sungai hingga ke Muara Danau Kerinci tepatnya di daerah Semerap- Tanjung Pauh dan Ujung Pasir telah terjadi pendangkalan akibat timbunan pasir dan sampah sampah yang di hanyutkan oleh Sungai Sungai Tersebut.

Semestinya Pemerintah Kota Sungai Penuh ,Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Propinsi Jambi melakukan pembicaraan dan duduk bersama untuk mencari solusi mengatasi banjir langganan, Sepanjang Pemerintah Kota,Kabupaten dan Propinsi tidak mencari solusi bersama, maka banjir tetap menjadi langganan.

Untuk itu kedepan Kita Berharap agar Pemerintahan baru yang nantinya tanggal 9 Desember akan kita pilih harus mampu mencari solusi mengatasi banjir, kalau perlu Wali Kota terpilih nantinya bersama Bupati Kerinci dan Gubernur yang akan dipilih nanti harus bersama sama berjuang ke pusat untuk mencari dana untuk mengatasi banjir. Dan sebaiknya di kawasan lokasi payau/ lahan ngantuk di sekitar Jembatan Kerinduan – Tanjung dan Cangking Indah dibangun embung atau danau buatan sebagai resapan/tangkapan air yang dapat di fungsikan sebagai kawasan wisata baru.

Pemerintah Kota Sungai Penuh kedepan diharapkan memiliki kreatifitas dan inovasi untuk merubah keadaan dari yang belum baik menjadi yang lebih baik dan bagi masyarakat di kawasan pinggiran Kota Sungai Penuh masalah banjir merupakan momok yang harus di hadapi setiap jelang akhir tahun.(Bj-Rita)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button