Kerincitime.co.id, Berita Kerinci – setelah disahkan pembahasan anggaran beberapa waktu yang lalu oleh DPR kabupaten kerinci terkait di naikkan status honorer menjadi tenaga kontrak di Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Kerinci, ternyata menyisakan berbagai polemik dan isu tak sedap di tengah masyarakat Kerinci.
Bagaimana tidak, ada dugaan setiap anggota damkar yang mengikuti tes seleksi beberapa waktu yang lalu rela mengeluarkan uang sebesar Rp 500.000 hingga Rp.1.500.000 demi kelulusan dan menjadi tenaga honorer kontrak.
Seperti pengakuan salah seorang anggota damkar yang namanya tak ingin di publis.
“semua teman-teman membayar uang tersebut sebesar Rp.500.000 hingga Rp.1.500.000 kepada komandan regu dan di teruskan ke kepala post, dari kepala post mungkin saja di serahkan kepada kabid” ungkapnya.
“demi ingin lulus seleksi dan diangkat menjadi tenaga kontrak mau tak mau saya dan teman- teman dengan terpaksa memberi uang tersebut” ungkapnya.
Kejadian ini tentu mencoreng nama Adi Rrozal sebagai Bupati Kerinci, karena diharapkan Bupati Kerinci untuk segera bertindak tegas atas kejadian tersebut, yang notabene telah mencorengkan slogan kerinci berkeadilan.
Kabid Damkar ketika dihubungi tidak diangkat, dan di SMS tidak ada jawaban. (son)