80 Persen Pemilih Memilih Karena Uang
Berita Nasional, Kerincitime.co.id – Tren pemilih di indonesia saat ini doyan memilih caleg, calon gubenur, wali kota, bupati jika di beri duit.
Seperti di pilkada, pileg di kerinci dan di sungai penuh, tidak sedikit pemilih memilih karena diberi uang.
“Masyarakat kita doyan memilih siapa yang bayar, ini tren pemilih masa kini” ungkap Maulana direktur eksekutif LSM Nuansa Kerinci.
Kita bisa lihat di daerah lain, kejadian nya sama, seperti hasil survey Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Gresik Menyatakan jika 80 persen pemilih dalam Pemilu Legislatif di kabupaten Gresik termotifasi karena uang. Hal tersebut berdasarkan hasil survei 100 relawean yang di tempatkan di setiap TPS di Kabupaten Gresik.
Kemudiana pengalaman sebelumnya tempat Ibadah dijadikan tempat transaksi,sementara di satu sisi hukumnya pun lemah.
Hal yang sama juga terjadi di banjar, Hasil survei Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menyatakan sebanyak 40 persen publik pemilih di Kota Banjar, Jawa Barat, menganggap wajar adanya money politic. Survei ini sudah dilakukan selama tiga kali di kota ini.
“publik menganggap money politic wajar dilakukan,” kata maulana.
Anggapan wajar money politic, menurut maulana dapat disimpulkan bahwa masyarakat suka dengan praktik tersebut. “Fenomena ini seperti gunung es, semakin lama akan semakin membesar,” ujarnya.
Adanya survei pemilih menganggap wajar money politic, bisa menjadi kabar gembira bagi calon kuat yang mempunyai dana besar.
Yang terpenting bagi calon berduit itu, kata dia, bagaimana kemampuan calon dalam mendistribusikan sejumlah uang kepada pemilih yang menyukai atau menganggap wajar money politic. (Ton)