Agus: Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK akan Dihapus

Kerincitime.co.id, Berita Jambi – Bidang studi di SMK akan mendapatkan evaluasi besar-besaran. Ini sebagai jawaban atas kurang terserapnya lulusan pada bidang studi yang sudah dianggap “jenuh”.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Herianto mengatakan, pihaknya akan segera bertemu dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) untuk mengeksekusi kajian LPMP beberapa tahun belakangan ini.
“Saya sudah bertemu dengan kepala LPMP. Cuma belum tetapkan jadwal pertemuan lebih lanjut. Segeralah nanti,” ujarnya, Jumat (8/2).
Menurut Agus, dari laporan yang diterimanya dari LPMP ada jurusan yang hampir pasti akan dihapus. Seperti administrasi perkantoran di SMK 1 dan SMK 2,sebutnya. Penyebabnya, adalah bidang studi ini dianggap sudah jenuh.
“Nantinya akan kita hapus, karena keluarannya sudah terlalu banyak tidak termanfaatkan,” jelasnya.
Selain itu, Agus juga menyebut karena setamat dari SMK banyak juga lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah. Namun, bidang studi ini tidak akan dihapus serta merta. Karena masih ada angkatan yang sedang menempuh pendidikan.
“Caranya kita tidak akan terima lagi siswa bidang studi ini di SMK nantinya, kita menghabiskan angkatan yang ada saja,” paparnya.
Untuk bidang studi lainnya, Agus menyebut ada beberapa yang sedang dipertimbangkan pihaknya. “Yang jelas tidak satu saja yang kita evaluasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi kurikulum dan penilaian SMK Svempry bahwa jurusan yang disasar adalah yang tidak sesuai dengan potensi daerah.
“Ini akan ada penyusunan kembali program keahlian, tujuannnya agar SMK tidak produksi lulusan yang tidak bisa kerja,” ujarnya.
Pemetaan ini sendiri akan dilakukan pada awal tahun 2019 mendatang. “Dengan harapan kita sama-sama agar, tahun ajaran baru sudah bisa ditetapkan,”sampainya.
Untuk saat ini, kata Svempry, setidaknya ada 58 program keahlian pada 102 SMK Negeri dan 76 di SMK swasta yang ada di Provinsi Jambi.
“Tidak berarti harus langsung ditutup jurusannya, namun akan diarahkan ke digitalisasi perkantoran, nantinya juga akan disertai pula dengan ujian kompetensi untuk peroleh sertifikat kopetensi berlambang garuda (standar internasional),” tandasnya.
Sumber : Metrojambi.com