InternasionalJambi

Arab Saudi Berkaca dari Kasus COVID-19 yang Pernah Terjadi di India

Dengan “antusiasme” dari kedua belah pihak, lantas, mengapa Arab Saudi belum mengizinkan Indonesia untuk memberangkatkan jemaah Umrah?

Kerincitime.co.id, Berita Arab Saudi – Umrah menjadi salah satu ibadah yang sangat dirindukan oleh para muslim di Indonesia. Namun, akibat pandemi COVID-19, kesempatan jemaah untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci terenggut.

Saat ini, Indonesia terus berkoordinasi dengan Arab Saudi dalam mengupayakan pencabutan suspend atau travel ban, sehingga calon jemaah bisa segera diberangkatkan umrah.

Soal lobi Umrah, Direktur pada Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nur Arifin, mengatakan Arab Saudi menyambut harapan Indonesia dengan sangat baik.

“Kemarin kita sudah dua kali ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Kuningan, Jakarta. Kami membahas soal umrah, vaksin, [kebijakan] suspend, tanggapannya sangat baik,” ungkap Nur Arifin kepada kumparan, Sabtu (28/8).

Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jemaah umrah terbesar di dunia. Kehadiran jemaah dari Indonesia berpotensi membantu Arab Saudi mencapai target jumlah jemaah umrah per bulannya.

Baca juga:  WIUP Bukan Izin untuk Melakukan Kegiatan Pertambangan Apalagi Penambangan

Dengan “antusiasme” dari kedua belah pihak, lantas, mengapa Arab Saudi belum mengizinkan Indonesia untuk memberangkatkan jemaah Umrah?

Nur Arifin menjelaskan, terdapat tiga kementerian di Arab Saudi yang mengurus ibadah haji dan umrah.

Meskipun sama-sama ingin bisa menyelenggarakan umrah, ketiga kementerian tersebut memiliki kekhawatirannya masing-masing.

“Di sana ada tiga kementerian yang banyak berbicara soal Haji dan Umrah. Yang pertama, Kementerian Haji dan Umrah. Sudah sangat berjuang terus, sudah mengeluarkan Surat Edaran bahwa per 1 Muharam 1443 [Hijriah] dibuka Umrah. Namun, Kementerian Dalam Negeri masih menerapkan suspend larangan penerbangan ke Arab Saudi, karena COVID-nya masih tinggi, salah satunya Indonesia,” papar dia.

Baca juga:  HDCI Bekasi Explore Wisata Kota Sungai Penuh Dan Kab Kerinci

Senada dengan Kemendagri, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga sangat berhati-hati dengan COVID-19.

“Maka mereka bukan tidak ingin ada Umrah dari Indonesia, tapi mereka tidak ingin ada bahaya kalau ada, misalnya, pengembangan virus di sana.”

Yang menjadi kunci dari ketatnya aturan umrah Arab Saudi ini adalah: berkaca dari kasus COVID-19 yang pernah terjadi di India.

Seperti diketahui, pada Maret hingga Juni lalu, India digempur tsunami corona setelah berlangsungnya festival keagamaan Kumbh Mela yang melibatkan ribuan jemaah agama Hindu.

“Kasus di India menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Arab Saudi untuk berhati-hati jangan sampai mengumpulkan orang untuk urusan ibadah, haji atau umrah itu, menjadi tempat pengembangbiakan virus. Mereka sangat hati-hati,” jelas dia.

Melihat kasus corona di Indonesia yang mulai sedikit melandai, Nur Arifin berharap jemaah dari RI bisa segera berangkat umrah. Namun, tetap dengan protokol kesehatan seperti yang disyaratkan Arab Saudi.

Baca juga:  Kapolda Ditantang Tuntaskan Segera Kasus Galian C Illegal di Kerinci

“Kami terus koordinasi dengan Kementerian Kesehatan soal data-data baik ini, sudah mulai melandai. Dan nanti ketika Pak Menag di Saudi, [data] ini dapat menjadi bargaining yang hebat dan bagus untuk membuka suspend. Mudah-mudahan berhasil,” harap Nur Arifin.

Saat ini, tantangan soal vaksin COVID-19 untuk calon jemaah sudah terjawab. Arab Saudi telah mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm yang dipakai di Indonesia.

Tetapi, penerima dua dosis Sinovac atau Sinopharm tetap harus menerima suntikan dosis ketiga dari vaksin yang sudah disetujui Arab Saudi: Pfizer/BioNTech, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca. (Irw)

Sumber: Kumparan.com

Show More
Back to top button
>