Sungai Penuh

Baru 2 Tahun Dibangun, Tembok Penahan Banjir Koto Pudung Dibongkar

Kerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Tembok penahan banjir di desa Kotopudung, Kecamatan Tanahkampung yang baru dibangun dua tahun lalu, dibongkar. Ini untuk keperluan pembangunan turap di lokasi yang sama. Hal ini menuai protes dari warga Kotopudung. Sebab tembok penahan banjir tersebut, masih bagus dan kuat, namun sudah harus dirobohkan.

Suprawadi, tokoh masyarakat Kotopudung melalui surat terbuka di medsos, meminta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan pembongkaran tembok tersebut. Kepada Jambi Independent, Sufrawadi membenarkan bahwa dirinya telah menyampaikan surat terbuka melalui medsos.”Kami dari masyarakat Kotopudung, Kecamatan Tanahkampung, melaporkan kegiatan pelaksanaan proyek pembuatan turap penahan tebing, di Sungai Batang Sangkir kepada Wali Kota, kejaksaan dan kepolisian,” katanya.

Baca juga:  Setahun Aliansi Bumi Kerinci Digelar 4 Oktober 2021

Dia menambahkan, yang menjadi permasalahan bagi masyarakat desa Kotopudung yakni, lokasi pembuatan turap penahan tebing tersebut.

“Proyek penahan banjir masih sangat kuat. Masyarakat juga sangat keberatan dengan cara dipaksakannya perobohan penahan banjir yang masih berdiri utuh tersebut, dibongkar paksa pakai alat berat, hancur. Pada lokasi yang berdekatan, masyarakat sudah mengusulkan untuk pembuatan turap penahan tebing. Karena, belum ada penahan banjir maupun penahan tebing di tempat usulan masyarakat tersebut,” ungkapnya.

Sufrawadi, mengatakan masyarakat merasa ada keanehan terhadap kegiatan proyek tersebut. Karena terjadi pemborosan anggaran. Ini sangat merugikan Pemerintah Kota Sungaipenuh, karena tidak tepat sasaran. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Mengapa proyek itu tumpang tindih, dan mengapa proyek penahan banjir yang ada masih kokoh itu dibongkar paksa.

Baca juga:  Setahun Aliansi Bumi Kerinci Digelar 4 Oktober 2021

“Atas nama  masyarakat Desa Kotopudung, bermohon kepada Bapak Kopolres Kerinci dan Bapak Kajari Sungaipenuh, untuk memeriksa pembongkaran paksa penahan banjir yang sudah terpasang kokoh tersebut,” katanya.

Ditanya soal kapan pembangunan proyek tembok penahan banjir dibangun, Suprawadi mengatakan bahwa kalau tidak salah dua tahun lalu.

“Saya tidak tau persis tahun pelaksanaan proyek tersebut, diperkirakan dua tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Martin, kepala Dinas PUPR Sungaipenuh ketika dikonfirmasi mengatakan, proyek tersebut atas permintaan masyarakat.

“Yang proyek turap di lokasi proyek tembok penahan banjir atas permintaan masyarakat. Yang minta masyarakat Kotopudung juga, masyarakat macam-macam.  Masyarakat yang lain minta di situ, sebagian minta tempat yang lain,” tandasnya. (Irw)

Baca juga:  Setahun Aliansi Bumi Kerinci Digelar 4 Oktober 2021

Sumber: Jambi-Independent.co.id

Show More
Back to top button
>