HOT NEWSJambiKerinciSungai Penuh

Dari Diskusi Solusi Atasi Banjir Di Kedai Buya Pasar Beringin Sungai Penuh

Dari Diskusi Solusi Atasi Banjir Di Kedai Buya Pasar Beringin Sungai PenuhKerincitime.co.id, Berita Sungai Penuh – Diskusi ringan di kedai kopi Buya di tengah Pasar Beringin Jaya Kota Sungai Penuh sepertinya menarik untuk di publish, sebab diskusi hangat ini mencari solusi terkait banjir yang selalu menghantam Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci setiap musim hujan tiba.

Diskusi yang berlangsung hangat ini, menghasilkan jalan keluar untuk mengatsi banjir, mungkin ini hanya cerita di kedai kopi kecil, namun diharapkan Pemerintah Provinsi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh bisa menjadikan hal kecil ini sebagai bahan kajian yang lebih besar untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Aswardi salah seorang aktifis dan jurnalis, sekarang ia juga sebagai Sekdes di Desa Pungut mengungkapkan bahwa ada solusi menarik untuk atasi banjir, yakni dengan menggali sedalam 2 meter dan sepanjang 2 KM Sungai dari jembatan panjang Sanggaran Agung ke arah Pulau Pandan.

Ide ini ternyata langsung disambut positif oleh pengunjung lainnya,  salah seorang lainnya mengungkapkan bahwa ada tenaga ahli sempat menceritakan soal banjir di Sungai Penuh dan Kerinci kepadanya, orang itu adalah salah satu tenaga ahli proyek jembatan layang waktu itu, meskipun tidak disebut namanya, namun informasi ini perlu di sampaikan bahwa air di dari Sungai Penuh ke Danau Kerinci sulit mengalir lantaran kemiringan ke arah danau sangat kecil sekali, apa lagi musim hujan, malah ketika curah hujan tinggi, air danau yang naik hingga ke sungai.

Ide menggali sungai dari jembatan memang muncul di kedai kecil tengah pasar Beringin Jaya Kota Sungai Penuh, namun diharpakan bisa memberi kontribusi positif yang besar bagi Bumi Sakti Alam Kerinci, soal bagaimana caranya, silahkan pemerintah dan pihak yang terkait memperjuangkkannya seperti Gubernur, Bupati, Wali Kota, DPRD Kabupaten Kerinci, DPRD Kota Sungai Penuh, DPRD Provinsi Jambi dari dapil Kerinci dan Sungai Penuh. Semoga…

Penulis : Ega Roy Ponseka

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button