Direktur Bina Potensia Sesalkan sikap Walikota Sungai Penuh

Sungai Penuh.- Direktur Eksekutif Bina Potensia Aditya Mahatva Yodha / Penerima PIN Emas dan Anugerah Kebudayaan Tingkat Nasional yang diberikan Pemerintah Pusat (Kemendikbud RI) BJ. Rio Temenggung Tuo- sesalkan dengan sikap Walikota Sungai Penuh Prof.Dr.H.Asafri Jaya Bakri,MA(AJB) yang tidak bersedia menerima kunjungan Budhi VJ Rio

Temenggung yang akan melaporkan rencana kegiatan Temu Dialog Budaya Alam Kerinci dan melaporkan tentang penerima Pin Emas dan anugerah Kebudayaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat beberapa waktu yang lalu.
Menjawab pertanyaan Wartawan aktifis bertubuh subur itu mengaku bahwa ia sangat kecewa dengan sikap Walikota Sungai
Lebih 4 Jam saya berdiri menunggu dan saya mau menunggu karena ajudan Walikota menyatakan telah menyampaikan Kepada Walikota tentang rencana kami untuk menghadap, setelah menunggu lebih dari 4 jam Sang Ajudan menyampaikan Penuh yang menolak untuk menerima kunjungan Panitia Temu Dialog Budaya yang sekaligus akan melaporkan secara resmi penyerahan anugerah dan Pin Emas yang baru diserahkan Mendikbud Republik Indonesia di Balai Kartini Jakarta belum lama ini.
bahwa Wako tidak bersedia ditemui, dan saya sampaikan kepada ajudan jika Walikota memang tidak ada waktu untuk menerima sebaiknya katakan dari awal dan kami tidak akan menunggu beliau sampai memakan waktu yang lama.

Saya dan ketua panitia mau menghadap beliau karena kami menganggap beliau adalah Walikota yang nota bene adalah pemimpin kami yang mesti kami hormati, terus terang saja saya sudah beberapa kali menghadap beberapa orang Menteri, Dirjen,Gubernur,anggota DPR.RI dan DPD RI,urusannya tidak serumit ini.
Saya memaklumi bahwa beliau sibuk dan banyak kegiatan dan persoalan yang akan diselesaikan, tapi tolong juga hargai rakyat yang mau menghadap, terus terang saja saya mau menghadap beliau karena saya masih menganggap beliau masih sebagai pemimpin di Kota Sungai penuh
Secara jujur saya sampaikan bahwa Bapak

Mendikbud RI,Bapak Dirjen Kebudayaan dan Bapak Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus,MM memberikan apresiasi dan memberikan dorongan kepada saya untuk terus berkarya dan menjadi obor masyarakat di bidang kebudayaan, dinegeri orang bahkan di ibu kota negara Republik Indonesia kita mendapat apresiasi dan penghargaan ,dinegeri sendiri kita tak dianggap.
Menurut penulis Buku Senarai Sejarah Kebudayaan Suku Kerinci dan Buku Mengenal Aksara Incung, Apresiasi memerlukan kesungguhan dari penikmat karya dalam menilai, menghargai, menghayati sehingga ditemukan penjiwaan yang benar- benar dalam, sehingga menimbulkan kepekaan yang kritis, kepekaan yang baik terhadap suatu karya.

Dengan demikian mengapresiasi adalah upaya mengerti serta menyadari sepenuhnya, sehingga mampu menilai secara semestinya, dalam hal ini secara jujur saya tidak minta dihargai secara berlebihan, saya hanya ingin menyampakan kepada sang pemimpin bahwa rakyatnya telah mencoba mengangkat nilai nilai budaya yang di negeri yang sama sama kita cintai sampai di akui ketingkat nasional.”Kata Bj Rio Temenggung
Bagi saya, secara pribadi ada dukungan atau tidak dari Walikota ,saya tetap berupaya dengan segenap kemampuan yang saya miliki untuk merawat dan berusaha untuk mereboisasi nilai nilai budaya yang mulai mengalami degradasi, semestinya sebagai pemimpin beliau memberikan apresiasi kepada anak anak bangsa walau karya dan pengabdian yang ia lakukan hanya seujung kuku, Apresiasi bukan hanya diukur secara materi, lebih dari itu apresiasi terkait dengan upaya menyadari sepenuhnya seluk beluk sebuah karya dan tingkat sensitivitasnya terhadap gejala estetis dan artistic, sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya”Imbuh BJ Rio Temenggung( ang)