Kerincitime.co.id – Berita Kerinci,Sebelumnya Diberitakan Bahwa Pungli terjadi di Danau Kerinci, hal ini kerab terjadi jika hari libur dan hari besar sudah tiba. kasus pungli belum teratasi kini sudah tersebar kabar bahwa pengunjung yang ingin menikmati panorama danau kerinci dan lupa membayar tiket masuk malah di hujani caci maki oleh petugas Gerbang Danau Kerinci (4/01).
Sebut saja namanya bunga (disamarkan) (22) yang hendak menikmati panorama keindahan bumi sakti alam destinasi wisata danau kerinci, tapi sangat di sayangkan bunga yang pergi dengan 2 orang temanya tersebut yang lupa membayar tiket masuk malah di caci maki,kata-kata kasar dengan nada yang tinggi oleh petugas gerbang.
“tadi sore sekitar jam 4 kami pulang dari pinus dan hendak mampir sebentar kedanau karena sudah lama tidak mampir kesana, tapi tiba-tiba bapak-bapak tersebut mengikuti kami dari belakang dan menabrak motor kami . setelah kami berhenti bapak itu marah-marah, dengan alasan kami tidak bayar tiket, setau kami kalau sore itu bebas masuk dan kami tidak tau kalau sekarang di wajibkan bayar. jikapun itu salah kami sudah meminta maaf dan berniat membayar, tetapi bapak itu malah marah-marah dan tambah emosi dan bahkan sampai  dibapaknyu kami (bapeak iko) . beliau juga mengaku bahwa beliau itu juga berprofesi sebagai seorang guru, padahal kami tidak menanyakan itu. beruntung ada orang sekitar sana yang mengambil bapak itu, heran saja apakah petugas danau seperti itu ? dan mengaku guru tapi cerminan perilaku seperti itu? kan bisa baik-baik bicara, kami jadi ketakutan dan kapok main ke danau” ungkapnya kepada kerincitime.co.id
jika hal seperti ini lamban untuk di tanggapi maka tidak dapat di pungkiri hal seperti ini yang membuat masyarakat enggan percaya kepada aperatur pemerintahan khsusunya pariwisata, sebab hal yg sepeti ini menjadi tanggung jawab pembkab, dari perekrutan tenaga petugas gerbang bahkan kebersihan, kenyamanan dan keamanan pengunjung.
dari hari kehari sebelumnya pungli dan perilaku yang tidak menyenangkan kerap terjadi, baik di hari-hari biasa bahkan sering terjadi di hari besar dan libur, premanisme, pungli dan harga-harga karcis yang tidak masuk akal menjadi problema yang patut di perhatikan secara serius oleh pembkab kerinci.(ang)